Kebakaran di Tenggarong, Perjuangan Ayah Selamatkan Dua Buah Hati Berakhir Pilu

Muhhammad Rifqi Hidayatullah • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:50 WIB
Petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api yang melalap permukiman warga di Jalan Kartini, Gang Karya, Kelurahan Loa Ipuh, Tenggarong, Selasa (13/10/2026) malam.
Petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api yang melalap permukiman warga di Jalan Kartini, Gang Karya, Kelurahan Loa Ipuh, Tenggarong, Selasa (13/10/2026) malam.

 
KALTIMPOST.ID, TENGGARONG – Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat di Jalan Kartini, Gang Karya, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (13/10/2026) malam. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 23.50 WITA itu mengakibatkan dua anak meninggal dunia dan satu orang mengalami luka bakar.

Sebanyak 11 bangunan, terdiri dari rumah tinggal dan bangunan sewaan, ludes dilalap api. Kebakaran tersebut diduga bermula dari korsleting listrik di rumah milik Hamri Noor.

Saksi mata di lokasi, Basuki, menuturkan bahwa dirinya terbangun setelah mendengar teriakan warga yang memberitahukan adanya kebakaran di rumah Hamri Noor.

Baca Juga: Menpora Soroti Dualisme Tiga Cabor, Atlet Jangan Jadi Korban

“Saat saya tiba di lokasi, meteran listrik rumah tersebut sudah terbakar dan api merambat sangat cepat ke bangunan kayu di sekitarnya,” ujarnya.

Di tengah kepanikan, istri Hamri Noor berteriak histeris meminta pertolongan karena kedua anaknya, Ali (7) dan Husin (3), masih terjebak di dalam rumah. Hamri Noor sempat berupaya menerobos masuk untuk menyelamatkan kedua anaknya. Namun, upaya tersebut gagal. Ia akhirnya berhasil keluar dari rumah dalam kondisi mengalami luka bakar.

Kebakaran di Jalan Kartini menghanguskan 11 bangunan dan menewaskan dua anak.
Kebakaran di Jalan Kartini menghanguskan 11 bangunan dan menewaskan dua anak.


Api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya pada Rabu (14/10/2026) pukul 01.35 Wita oleh tim Dinas Pemadam Kebakaran Kutai Kartanegara bersama para relawan. Setelah api padam, petugas melakukan pencarian intensif di antara reruntuhan bangunan.

“Kedua korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia pada pukul 03.28 Wita,” jelas Kapolsek Tenggarong AKP Nahrawi. Jenazah kedua anak tersebut kemudian dievakuasi petugas ke rumah sakit setempat.

Kerugian materiil akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp3 miliar. Selain rumah milik Hamri Noor, api juga menghanguskan rumah milik Karmulan, asrama Kecamatan Tabang, serta sejumlah rumah sewaan dan bangunan lainnya di RT 61 dan RT 26.

Kepolisian Sektor Tenggarong telah mengamankan lokasi kejadian untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Baca Juga: Hujan Belum Hilangkan Kabut Asap Balikpapan, Ini Penyebabnya

“Kami telah melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi untuk memastikan penyebab pasti kebakaran,” tambah Nahrawi.

Unit Inafis Satreskrim Polres Kutai Kartanegara turut dilibatkan untuk melakukan identifikasi forensik di lokasi kejadian. Kepolisian melanjutkan penyelidikan guna memastikan penyebab kebakaran sekaligus mendalami aspek keselamatan di kawasan permukiman tersebut. (*)

Editor : Ery Supriyadi
kebakaran tenggarong dua anak meninggal kebakaran permukiman Loa Ipuh kutai kartanegara