Puncak September: Kabut Asap Karhutla Lumpuhkan 334 Penerbangan via Bandara Sepinggan

Dina Angelina • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:08 WIB
TERGANGGU: Suasana di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan. Sebanyak 334 penerbangan dilaporkan mengalami keterlambatan, pengalihan, hingga pembatalan akibat sebaran kabut asap karhutla. (ANGGI PRADITHA/KP)
TERGANGGU: Suasana di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan. Sebanyak 334 penerbangan dilaporkan mengalami keterlambatan, pengalihan, hingga pembatalan akibat sebaran kabut asap karhutla. (ANGGI PRADITHA/KP)

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap tebal berdampak signifikan terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan. Sepanjang Agustus hingga 12 Oktober 2026, tercatat sebanyak 334 penerbangan mengalami gangguan operasional.

General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, R Iwan Winaya Mahdar, mengungkapkan bahwa lonjakan gangguan penerbangan paling parah terjadi pada September 2026, sebelum akhirnya melandai pada pertengahan Oktober.

Baca Juga: Lima Laga Tanpa Kemenangan, Bryan Cesar: Kami Tertinggal Jauh dari Tim Lain

Gangguan tersebut meliputi keterlambatan penerbangan (delay), pengalihan pendaratan (divert), hingga pembatalan jadwal (cancel).

"Selama Agustus, total penerbangan yang terdampak karhutla ada sekitar 32 penerbangan. Kemudian September melambung menjadi 162 penerbangan, dan hingga 12 Oktober ini tercatat ada 90 penerbangan," jelas Iwan.

Rinciannya, pada Agustus tercatat 15 penerbangan delay, 7 penerbangan divert, dan 10 penerbangan cancel. Angka ini melonjak tajam pada September dengan 74 penerbangan delay, 24 divert, serta 64 penerbangan yang terpaksa dibatalkan.

Baca Juga: Dukung Penanganan Karhutla di Balikpapan, DPRD Sebut Alokasi Tambahan Anggaran Rp 3 Miliar di APBD-

Sementara pada 1 hingga 12 Oktober, tercatat 40 penerbangan delay, 10 divert, dan 40 cancel. “Secara akumulatif, dari total 334 jadwal yang terdampak, opsi pembatalan menjadi yang tertinggi, yakni mencapai 164 penerbangan, disusul 129 penerbangan delay, dan 41 penerbangan divert,” bebernya.

Iwan menjelaskan bahwa kelancaran operasional sangat bergantung pada jarak pandang serta kondisi cuaca di bandara asal maupun bandara tujuan, seperti Palangka Raya, Banjarmasin, Berau, dan Pontianak.

Ketebalan kabut asap di area-area tersebut kerap berubah-ubah secara dinamis akibat pergerakan angin. Kabut bisa pekat sejak pagi hingga siang, membaik di tengah hari, lalu kembali menebal pada sore hari.

“Kami terus memantau dan menunggu kesiapan dari bandara asal maupun tujuan untuk melakukan lepas landas dan pendaratan secara aman,” pungkasnya. (*)

Editor : Duito Susanto
kabut asap Info Penerbangan bandara sepinggan karhutla balikpapan