Bank Mandiri Buka Suara soal Kredit Jhonlin Baratama dan Agunan Saham PGUN-JARR

Ari Arief • Dipublikasikan Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:09 WIB
Ilustrasi klarifikasi Bank Mandiri berkaitan dengan kredit jumbo Grup Haji Isam.(generate ai)
Ilustrasi klarifikasi Bank Mandiri berkaitan dengan kredit jumbo Grup Haji Isam.(generate ai)

 

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) akhirnya buka suara mengenai alasan pemberian fasilitas kredit kepada PT Jhonlin Baratama, entitas bisnis milik Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam. Bank pelat merah ini menegaskan kucuran dana tersebut murni dialokasikan untuk ekspansi bisnis, bukan aktivitas spekulasi pasar modal.

Penegasan tersebut disampaikan manajemen Bank Mandiri dalam surat tanggapan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (16/10/2026). Langkah klarifikasi ini diambil bursa menyusul aksi korporasi penggadaian saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) sebagai jaminan tambahan.

Baca Juga: Penumpang KMP Gajah Mada Diduga Lompat ke Laut di Balikpapan, Pencarian Tim SAR Hari Pertama Nihil

Menurut pihak bank, pembiayaan ini dirancang guna mendukung pengembangan usaha grup perusahaan di sektor batu bara beserta industri penunjangnya. Fasilitas kredit tersebut mencakup pendanaan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekaligus kebutuhan likuiditas operasional perusahaan.

Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, merinci bahwa kucuran kredit ini dipagari oleh jaminan berlapis demi menjaga prinsip kehati-hatian. Selain saham afiliasi, perseroan memegang agunan aset berwujud dan likuid milik debitur.

Baca Juga: Gelar Dialog Humanis di Gereja, Kapolres PPU Tegaskan Komitmen Pelayanan Terbuka

"Fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan aset tetap (fixed asset), aset non-tetap (non-fixed asset), serta rekening Perusahaan. Selain itu, fasilitas dijamin dengan agunan tambahan berupa saham, termasuk saham JARR dan PGUN yang merupakan afiliasi dari PT Jhonlin Baratama," tulis Adhika dalam keterbukaan informasi, dikutip Minggu (18/10/2026).

Adhika memastikan fasilitas kredit ini sama sekali tidak ditujukan untuk aktivitas perdagangan saham atau trading. Bank Mandiri telah menakar risiko secara menyeluruh dengan membedah prospek industri, rekam jejak keuangan, hingga kapasitas pembayaran utang debitur.

Baca Juga: Atlet Bola Tangan Kaltim Tembus Pelatnas, Balikpapan Jadi Pusat Latihan Tim Putri Senior Indonesia

Penilaian kelayakan kredit turut memperhitungkan proyeksi arus kas, terutama kemampuan Jhonlin Baratama dalam mencetak EBITDA yang sehat. Di samping itu, potensi penerimaan dividen rutin dari anak-anak usahanya menjadi faktor pertimbangan utama pihak perbankan.

Sebelumnya, pasar modal dihebohkan oleh aksi gadai saham secara masif di dua emiten grup tersebut. Pada 28 September lalu, tiga pemegang saham terbesar PGUN, yakni PT Araya Agro Lestari (AAL), PT Baramega Citra Mulia Persada (BCMP), dan PT Citra Agro Raya (CAR), menggadaikan seluruh kepemilikan saham mereka ke Bank Mandiri.

Baca Juga: Misteri Kematian Bharada Valdo di Markas Polairud Terungkap? Kuasa Hukum Sebut Ada Luka Tembak

Secara terperinci, AAL menggadaikan 100 persen kepemilikannya atau sebanyak 2.205.667.896 lembar saham PGUN. BCMP juga mengagunkan 100 persen sahamnya setara 900.000.250 lembar, disusul CAR yang menjaminkan seluruh porsinya sebanyak 2.194.718.786 lembar saham.

"Sebagai jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh afiliasi Perseroan," demikian keterangan tertulis mengenai tujuan pengikatan saham yang dilakukan ketiga entitas pengendali PGUN tersebut.

Baca Juga: Otorita IKN Temukan Bibit Sawit di Lokasi Karhutla, Dugaan Pembakaran Mulai Diselidiki

Langkah serupa ditempuh oleh emiten JARR pada Rabu (30/9/2026). Pengendali utama JARR, PT Eshan Agro Sentosa, menyerahkan 100 persen saham miliknya yang berjumlah 7.997.556.204 lembar kepada Bank Mandiri sebagai agunan fasilitas pendanaan.

"Penandatanganan Akta Gadai Saham milik PT Eshan Agro Sentosa, yang merupakan pengendali dari perseroan dalam rangka bagian dari pengikatan jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh perseroan dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk," kata Direktur Utama JARR, Indra Irawan, Rabu (7/10/2026).(*)

Editor : Thomas Priyandoko
Jhonlin Baratama bank mandiri Haji Isam