Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Eksplorasi Gua Kristal dan Gua Purba di Rammang-Rammang, Surga Petualang

Oktavia Megaria • Minggu, 6 Oktober 2024 | 06:21 WIB

 

 

Kampoeng Karst Rammang-Rammang, Sulsel, punya keindahan luar biasa dan menjadi wisata desa yang cukup terkenal. Tak hanya menyajikan pemandangan alam, di wisata ini pun terdapat banyak kisah sejarah.
Kampoeng Karst Rammang-Rammang, Sulsel, punya keindahan luar biasa dan menjadi wisata desa yang cukup terkenal. Tak hanya menyajikan pemandangan alam, di wisata ini pun terdapat banyak kisah sejarah.

 

KALTIMPOST.ID, Keindahan wisata alam di Indonesia memang tak ada habisnya.

Begitu banyak tempat memesona untuk didatangi. Salah satunya, gugusan pegunungan karst di Rammang-rammang.

Sebagian orang mungkin pernah mendatangi wisata ini. Terletak di Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Saya berkesempatan mendatanginya pada awal Agustus lalu.

Kampoeng Karst Rammang-Rammang, begitu tempat ini disebut. Tempat ini bahkan masuk ke dalam 75 desa wisata terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023.

Rammang-ramang sendiri berarti awan atau kabut. Dikarenakan, kawasan ini kerap kali terlihat berkabut di pagi hari atau saat hujan.

Jika dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, bisa memakan waktu setengah jam menuju tempat ini.

Akan tetapi, waktu itu kami berangkat dari wilayah Kota Makassar, dan menempuh jarak 40 kilometer lebih dengan waktu sekitar 1 jam menggunakan mobil.

Sedari pintu masuk desa ini, kami disuguhi keindahan gunung karst yang membentang. Dengan jalur masuk yang sedikit berkelok.

Jika ke Rammang-rammang, tentu saja harus menyusuri Sungai Pute dari Dermaga 1 atau 2. Untuk masuk pengunjung dipatok harga Rp 7 ribu – Rp 10 ribu saja.

Photo
Photo

Kemudian untuk menyusuri sungai, tergantung jumlah penumpang. Beruntung kami berjumlah 10 orang, sehingga hanya membayar Rp 20 ribu saja per orang.

Sepanjang perjalanan ini, mata saya dimanjakan oleh indahnya gunung-gunung karst yang menjulang.

Teriknya matahari tidak lagi terasa di kulit, sebab terlalu tenggelam pada pemandangan di depan mata.

Sekitar 15 menit kami sampai di tempat tujuan kami, Kampung Berua. Tempat inilah yang menyimpan beragam situs bersejarah yang dijaga oleh warga sekitar.

Konon, ribuan tahun lalu kampung ini merupakan danau besar di tengah perbukitan karst.

Yang kemudian dikarenakan proses alam membentuk kampung baru, makna dari Kampung Berua. Sekaligus menjadi ikon Geowisata Kampoeng Karst Rammang-rammang.

Di sini pula terletak bermacam gua-gua bersejarah. Seperti dua gua yang kami datangi yakni Gua Kristal dan Gua Purba.

Ternyata, bukan hal mudah untuk sampai ke sana. Tidak cukup dengan berjalan kaki di jalur setapak yang ada, kami juga mesti mendaki bukit berbatuan.

Terlebih dahulu, kami harus membayar Rp 10 ribu untuk ke tiga gua andalannya. Pertama, Gua Kristal, jalurnya tidak terlalu sulit. Hanya, butuh tenaga ekstra untuk masuk ke dalam gua.

Lengkap dengan sebuah tali tambang, serta tangga kecil untuk menilik lebih dekat ke patung yang ada di Gua Kristal. Area ini cukup sempit dan hanya bisa diisi maksimal tiga orang.

Dari sini, kami melanjutkan perjalanan ke Gua Purba. Perjalanan inilah yang menguras banyak tenaga, khususnya bagi saya yang jarang naik gunung.

Jalur menanjak dan penuh batu-batu pecahan gunung karst, jadi pijakan kami untuk sampai ke gua.

Beberapa kawan bahkan tak sanggup mencapai tebing gua ini. Sayang sekali, padahal pemandangan dari ketinggian jauh lebih indah.

Tujuan terakhir kami mestinya Gua Berlian. Tetapi perjalanan ke gua sebelumnya membuat kami kelelahan.

Photo
Photo

Setelah beristirahat di warung dekat trek ke gua, kami pun memilih kembali ke dermaga.

Perjalanan pulang, nyatanya tak kalah menyenangkan. Cahaya matahari terbenam yang memantul ke gunung-gunung, menghasilkan keindahan yang luar biasa.

Begitu pula kala melewati Sungai Pute, sembari menyaksikan matahari mulai tenggelam di ufuk barat. Sekali lagi, saya sangat beruntung dapat menikmati momen seperti ini. (*)

 

Dapatkan info dan berita update lain dari Kaltim Post. Gabung/join dengan klik >> Whatsapp Channel Kaltim Post

Editor : Dwi Puspitarini
#pemandangan alam #Surga Petualang #Gua Purba #Gua Kristal #Rammang-rammang