Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Tak Sekadar Cari Sehat, Bercengkerama dengan Alam dan Menikmati Euforianya

Dwi Restu Amrullah • Minggu, 23 Februari 2025 | 22:27 WIB
MENANTANG: Trail running menjadi salah satu bagian olahraga lari yang spotnya bersentuhan dengan alam, baik jalur ke gunung maupun hutan.
MENANTANG: Trail running menjadi salah satu bagian olahraga lari yang spotnya bersentuhan dengan alam, baik jalur ke gunung maupun hutan.

 

Trail running sejatinya sudah populer sejak lama. Jika di luar negri, kerap dilakukan saat memasuki musim panas.

 

AKTIVITAS lari yang dilakukan di medan bebatuan dan lumpur. Menanjak dan menurun. Track itu biasanya ditemukan untuk akses ke gunung. Trail running biasa disebut lari lintas gunung. Di Indonesia, event berskala nasional bahkan internasional trail running semakin ramai.

Warga yang asing dengan olahraga tersebut bisa ikut serta tanpa harus tergabung ke komunitas khusus. Namun, lari melintasi jalur pegunungan tentu butuh persiapan yang matang.

Agus Budi S, anak muda Samarinda yang juga hobi naik gunung, beberapa kali mengikuti trail running. “Meski di Samarinda itu enggak ada yang benar-benar gunung ya, tapi seperti jalur ke Puncak Steling itu bisa jadi bahan latihan sih,” ujarnya.

Dia sudah beberapa kali mendaki gunung di daerah Jawa, namun memulai trail running tentu punya persiapan yang berbeda. “Kalau naik gunung kan harus bawa ransel ukuran yang besar, sementara lari di gunung kan enggak mesti begitu,” sambungnya.

Pemuda yang juga mengoleksi vespa klasik itu menjelaskan, saat awal-awal menjajal lari di puncak Steling, itu merupakan perdana mengikuti jenis lari dengan track yang berbeda pada umumnya.

“Jadi beberapa kali tuh lihat bapak-bapak dan ibu-ibu yang sudah berusia yang cukup tua, tapi larinya bukan jalan datar atau di arena jogging track gitu. Diperhatikan benar-benar, jalurnya lewat permukiman yang di bukit-bukit. Sampai dengar ada jalur kandang kambing,” ujar alumnus Universitas 17 Agustus Samarinda itu.

Trail running, lanjut pemuda yang kerap disapa Bedbud, tidak mementingkan panjang rute. Tak mementingkan waktu dan kecepatan. Namun, menetapkan titik akhir. Sehingga panjang rute baru bisa diketahui. “Kalau panjang enggak tahu ya, tahunya kumpulnya ya sesuai tempat yang disepakati,” tegasnya.

 

MOTIVASI: Menjadikan jalur yang berkelok dan naik-turun menjadikan tantangan tersendiri bagi setiap penikmatnya, termasuk memotivasi sesama rekan.
MOTIVASI: Menjadikan jalur yang berkelok dan naik-turun menjadikan tantangan tersendiri bagi setiap penikmatnya, termasuk memotivasi sesama rekan.

Saat awal mengikuti trail running, Budi bahkan beberapa kali berhenti. “Sampai ada kawan yang temani juga. Muntah kuning. Namanya baru pertama kali, langsung bahasanya ngegas kayak sudah profesional. Jiwa anak muda, bro,” ujarnya dengan nada terkekeh.

 

Manfaat trail running, sambung Budi, sangat berpengaruh ke kesehatan. “Dorongan fisik dan mental sih,” imbuhnya. Keseimbangan, koneksi tubuh menjadi benar-benar menyatu. Melatih fisik yang berimbas terhadap kekuatan kaki. Risiko cedera trail running justru dianggap tergolong rendah dibandingkan dengan pelari jalan raya.

 

 

Mulai jalur mendaki dengan tanjakan serta turunan curam, trail running meningkatkan kebugaran kardiovaskular. “Pokoknya bagian persendian tuh juga berasa kuat. Karena kan langkahnya mengikuti jalur. Jadi kalau menanjak pasti tekukan dan pijakannya berbeda. Kalau running jalur datar sifatnya stabil,” kuncinya.

Dia bahkan mengingikan ada event trail running yang bisa dijadikan magnet bagi Kaltim, khususnya Samarinda. “Mungkin peminatnya belum banyak, tapi kalau ada hal lain yang bisa ditawarkan dengan pengalaman berbeda, jelas menjadi nilai tambah,” kuncinya.

Editor : Dwi Restu A
#gunung #Run #trail run #samarinda