KALTIMPOST.ID, Balikpapan tak hanya dikenal dengan kilang minyaknya. Kota ini juga punya kekayaan alam luar biasa yang tak banyak orang tahu: buah-buah bersayap yang berjatuhan di lantai hutan. Tapi tunggu dulu, apa itu buah bersayap? Dan dari pohon apa mereka berasal?
Yuk, kita menyusuri Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW), salah satu hutan tropis yang masih terjaga di jantung Kota Balikpapan — dan rumah bagi pohon-pohon raksasa penghasil buah unik ini.
Hutan Dipterokarpa: Rumah Pohon Raksasa
HLSW merupakan bagian dari hutan dipterokarpa, jenis hutan tropis dataran rendah yang khas di Kalimantan. Nama “dipterokarpa” sendiri berasal dari bahasa Yunani: dipteros (dua sayap) dan karpos (buah).
Nah, bukan kebetulan kalau pohon-pohon di hutan ini menghasilkan buah bersayap — alat penyebar biji alami yang terbawa angin.
Pohon-pohon ini menjulang tinggi, membentuk tajuk kanopi hutan, dan memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Siapa saja sih para “penguasa” hutan bersayap ini?
Deretan Pohon Buah Bersayap di HLSW
1. Meranti (Shorea spp.)
Meranti adalah salah satu kelompok pohon paling dominan di HLSW. Buahnya memiliki dua sayap besar dan tiga kecil, yang membuatnya berputar saat jatuh dari ketinggian — mirip baling-baling mini! Meranti juga merupakan sumber kayu penting dan penyusun utama hutan tropis Kalimantan.
2. Bangkirai (Shorea laevis)
Masih satu keluarga dengan meranti, bangkirai dikenal sebagai pohon kanopi utama di HLSW. Ia bisa tumbuh hingga 50 meter, dan buahnya juga bersayap seperti meranti lainnya. Bangkirai jadi ikon konservasi Balikpapan karena kekuatannya menjaga struktur hutan.
3. Keruing (Dipterocarpus spp.)
Keruing punya buah bersayap dua besar yang lebar dan lentur. Saat jatuh, buahnya melayang dengan gerakan stabil seperti parasut alami. Selain unik, keruing juga dikenal karena menghasilkan kayu keras dan resin bernilai ekonomi.
4. Kapur (Dryobalanops spp.)
Kapur punya buah bersayap lima yang kecil dan ringan. Jenis ini tumbuh secara alami di Kalimantan dan sudah ditanam di Kebun Raya Balikpapan—yang masih terhubung secara lanskap dengan HLSW. Kapur juga menghasilkan minyak aromatik khas hutan hujan tropis.
Buah-Buah yang Membawa Harapan
Buah bersayap bukan hanya unik, tapi juga bagian penting dari regenerasi hutan. Mereka membantu pohon-pohon raksasa menyebarkan biji secara alami — tanpa perlu campur tangan manusia.
Saat musim berbuah tiba, lantai hutan HLSW akan dipenuhi ratusan buah kecil bersayap yang siap tumbuh jadi pohon-pohon masa depan.
Jaga Hutan, Jaga Rumah Kita
Keberadaan pohon-pohon dipterokarpa di HLSW adalah tanda bahwa ekosistem masih sehat. Mereka bukan hanya sumber oksigen dan penyeimbang iklim, tapi juga rumah bagi satwa liar langka seperti bekantan, beruang madu, hingga macan dahan.
Menjaga pohon berarti menjaga kehidupan — dan menjaga Balikpapan tetap hijau untuk generasi mendatang.
Jadi, lain kali kamu berada di HLSW, coba perhatikan lantai hutannya. Siapa tahu kamu menemukan 'baling-baling' kecil di kakimu — bukti nyata kehidupan luar biasa yang terus berlanjut di jantung hutan kita. (*)
Editor : Almasrifah