KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN–Ekowisata Bamboe Wanadesa, merupakan satu-satunya wisata hutan bambu yang ada di Balikpapan. Berada di Jalan Soekarno Hatta, Km 15, Karang Joang, Balikpapan Utara, hutan bambu itu memiliki luas sekitar 3,6 hektare, yang dirintis sejak 2013.
Berawal dari hasil swadaya masyarakat sekitar, saat ini Bamboe Wanadesa telah melakukan pengembangan yang cukup signifikan. Terlihat dari terpenuhinya fasilitas untuk pengunjung, yang dulu belum tersedia.
Ketua Pengurus Ekowisata Bamboe Wanadesa Murdyanto menyebut, pengembangan itu dilakukan sejak 2021 lalu. Dari yang semula masih jalan setapak, sekarang jalan masuk hutan sudah berganti dengan paving block.
Bahkan, katanya, lonjakan kunjungan terus terjadi sejak kedatangan Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi) pada Februari 2023. Kedatangan itu diketahui untuk menyerahkan Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial dan SK TORA kepada masyarakat.
“Dari situ otomatis langsung signifikan kenaikan kunjungannya. Yang dulu hanya dikenal warga Balikpapan atau Kaltim, sekarang dikenal semua provinsi bahkan nasional. Sampai sekarang alhamdulillah sudah banyak sekali yang datang, bahkan dari luar negeri juga ada,” jelasnya.
Faktanya, lanjut Murdy, hal itu memberikan dampak yang sangat baik pada ekowisata tersebut. Sebab, banyak perusahaan-perusahaan yang juga mengenal dan turut melakukan kegiatan penanaman bambu di sana. Serta, ikut memberikan CSR kepada Bamboe Wanadesa, sebut saja Bank Indonesia dan Pertamina.
Saat ini, sangat banyak fasilitas yang sudah ditambah. Selain toilet umum, juga ada gazebo yang memiliki ukuran lebih besar untuk pengunjung yang datang rombongan.
Yang menarik pengunjung adalah wisata susur sungai atau waduk di sekitar. Di mana, saat ini tersedia dua unit perahu, dengan kapasitas untuk 15 penumpang. Dengan biaya Rp 10.000, pengunjung bisa menikmati satu kali trip sekitar 20 menit.
“Rencananya akan ada penambahan dua unit perahu lagi nanti. Juga terbaru itu ada dua vila yang sudah tahap penyelesaian, dan insyaallah tahun depan ada tambah dua lagi. Launchingnya belum karena masih tahap pengembangan,” kata dia.
Dengan kondisi saat ini, Murdy berharap ekowisata tersebut bakal terus dikenal dan mampu menarik perhatian para wisatawan lokal maupun asing. Karena itu pula, pihaknya akan terus menghadirkan kenyamanan di Bamboe Wanadesa. “Selain itu, kami juga ingin menjadi wisata yang edukasi bagi masyarakat luas,” pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A