Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Tengok Fasilitas Baru di Bamboe Wanadesa, Ingin Jadi Wisata Alam dan Edukasi bagi Pengunjung

Oktavia Megaria • Sabtu, 18 Oktober 2025 | 14:26 WIB
BERKEMBANG: Bamboe Wanadesa menjadi salah satu wisata yang saat ini ramai dikunjungi, mulai lokal hingga luar daerah.
BERKEMBANG: Bamboe Wanadesa menjadi salah satu wisata yang saat ini ramai dikunjungi, mulai lokal hingga luar daerah.

 

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN–Sejak dirintis puluhan tahun lalu, Ekowisata Bamboe Wanadesa kini mengalami perkembangan yang cukup besar. Tak ayal, wisata alam itu turut menjadi salah satu destinasi pilihan pengunjung lokal maupun luar daerah.

Tak hanya itu, Ketua Pengurus Ekowisata Bamboe Wanadesa Murdyanto menyebutkan, kawasan itu telah dikunjungi wisatawan asing. “Jadi waktu itu ada event padel, ada orang Korea Selatan dan Australia. Awalnya mereka hanya ingin bermain padel, tapi mereka penasaran di mana sih itu Waduk Manggar. Ternyata setelah sampai di sini mereka baru tahu ada wisata hutan bambu yang selebat ini,” jelasnya.

Setelah itu, lanjutnya, para wisatawan asing itu juga ingin tahu, seperti apa cara pengelolaan tanaman bambu. Karenanya, mereka bahkan kembali menghubungi Murdy untuk kembali berkunjung dan belajar cara menanam bambu.

Dirinya bersyukur, sebab dulunya ekowisata itu masih hasil gotong-royong masyarakat sekitar. Namun, berkat kunjungan pemerintah pusat pada 2023 lalu, kawasan tersebut sekarang telah mendapat bantuan anggaran dari Dinas Kehutanan Kaltim untuk melakukan pengembangan dan perawatan.

“Artinya sudah ada pembangunan dari pemerintah. Seperti dilihat itu ada beberapa bantuan dari pemerintah, kayak toilet lalu pembangunan vila yang sudah berjalan, itu dari Dinas Kehutanan Kaltim,” tambahnya.

Selanjutnya, ke depan ekowisata tersebut akan menarik retribusi tiket masuk sebesar Rp 5 ribu per orang. Diketahui, saat ini pengunjung hanya dikenakan tarif parkir yakni Rp 3 ribu untuk motor, dan Rp 5 ribu untuk mobil.

Di samping itu, sambungnya, ke depan pengembangan di pulau seberang ekowisata ini juga akan dilakukan. Dari bantuan PT Pertamina, rencananya akan dilakukan penanaman pohon gaharu sepanjang 6 hektare, dari 400 hektare yang diberikan Presiden RI ke-7, Joko Widodo pada kunjungan 2023 lalu.

“Rencana dari swasta juga ada untuk pengembangan tanaman buah, tapi belum tahu kapan. Sebenarnya inginnya kami yaitu menyatukan antara sisi pulau sini dan pulau sana. Nanti ada wisata petik buah begitu, rencananya begitu,” katanya.

Meski telah banyak inovasi yang dihadirkan, dirinya mengaku masih ada keinginan yang belum terpenuhi. Di mana, pihaknya ingin membuat gubuk-gubuk dari bambu. “Kalau ada gubuk bambu kan lebih dapat alamnya, dan juga nilai seninya. Itu angan-angan kami dari dulu,” tuntas Murdy. (*)

Editor : Dwi Restu A
#bamboe wanadesa #pengunjung #pengembangan #balikpapan