Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tarif Bandara dan Pelabuhan: MTI Kaltim Dorong Diskon Off-Peak

A
Penulis: Ainur Rofiah❯
TEKAN HARGA: Transportasi udara yang harga tiketnya masih tinggi dianggap untuk bisa dicarikan solusi agar memudahkan masyarakat. (IST)
TEKAN HARGA: Transportasi udara yang harga tiketnya masih tinggi dianggap untuk bisa dicarikan solusi agar memudahkan masyarakat. (IST)

Advertisement

 

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Akademisi Universitas Mulawarman sekaligus Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Kalimantan Timur, Tiopan Hendri M Gultom, mendorong operator memberikan diskon tarif layanan bandara dan pelabuhan saat periode sepi (off-peak). Kebijakan itu dinilai efektif mendongkrak mobilitas masyarakat sekaligus memutar roda ekonomi daerah.

Tiopan mengatakan, bandara dan pelabuhan merupakan fasilitas publik penunjang mobilitas masyarakat. Ketika arus perjalanan sedang menurun, operator perlu memberlakukan penyesuaian tarif guna memantik kembali minat bepergian masyarakat.

Penurunan mobilitas dinilai tidak hanya memukul penerimaan operator transportasi, melainkan juga menekan ekosistem bisnis di sekitarnya. Imbas sepinya penumpang dirasakan langsung oleh penyedia jasa sewa, gerai komersial, hingga pelaku usaha lokal.

"Kalau kita bersikukuh dengan tarif seperti itu pada saat off-peak, pergerakan masyarakat justru sedikit. Orang juga akan lebih berhati-hati membelanjakan uangnya di bandara. Pendapatan tenant berkurang, belum lagi dampaknya terhadap belanja di luar bandara," kata Tiopan.

Advertisement

Ia memaparkan bahwa sektor transportasi memiliki efek berganda (multiplier effect) yang besar terhadap perekonomian. Arus mobilitas yang tinggi akan mempercepat perputaran uang di berbagai sektor usaha, khususnya UMKM dan perekonomian lokal.

Selain stimulus tarif, Tiopan mendorong pemerintah daerah memperkuat sektor pariwisata guna mengurangi ketergantungan pada komoditas pertambangan. Gagasan ini mendesak diterapkan menyusul kebijakan pemerintah pusat terkait pembatasan volume produksi tambang yang berpotensi memengaruhi kas daerah.

"Pemerintah daerah harus mulai giat membangun apa yang bisa dijual di daerahnya. Konektivitas harus didukung dengan informasi dan promosi mengenai keunggulan tempat wisata agar jumlah kunjungan terus meningkat," ujarnya.

Di samping strategi tarif promosi, Tiopan menyoroti tingginya komponen pajak dan biaya pelayanan bandara atau airport tax pada harga tiket pesawat. Menurut perhitungannya, komponen pungutan tersebut menyumbang sekitar 30 hingga 40 persen dari total harga tiket.

Faktor lain yang turut memengaruhi ongkos penerbangan adalah biaya bahan bakar avtur. Guna meredam biaya operasional jangka panjang, Tiopan menyarankan pemerintah mempercepat hilirisasi avtur di dalam negeri agar tidak rentan terimbas fluktuasi kurs dolar AS.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Operasional Penyeberangan Merak–Bakauheni Tetap Normal di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau

Operasional Penyeberangan Merak–Bakauheni Tetap Normal di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau

Layanan penyeberangan Merak-Bakauheni tetap berjalan normal di tengah erupsi Anak Krakatau. ASDP imbau warga tetap tenang.

DPRD PPU Sidak Tata Kelola Pelabuhan, Soroti Penertiban Tarif hingga Fasilitas Keselamatan

DPRD PPU Sidak Tata Kelola Pelabuhan, Soroti Penertiban Tarif hingga Fasilitas Keselamatan

Ketua DPRD PPU Raup Muin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tiga lokasi pelabuhan.

Sambut HUT Ke-81 RI, Sat Polairud Polres PPU Perketat Pengamanan di Pelabuhan Speedboat Penajam

Sambut HUT Ke-81 RI, Sat Polairud Polres PPU Perketat Pengamanan di Pelabuhan Speedboat Penajam

Sambut HUT ke-81 RI, Sat Polairud Polres PPU gelar Strong Point di Pelabuhan Speedboat Penajam demi tingkatkan pengamanan penyeberangan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer