Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kabut Asap Ancam Satwa Liar, Anjing dan Kucing Sebaiknya di Dalam Rumah

M
Penulis: Muhammad Taufik❯
drh. Ratna Panca Mardani menjelaskan dampak kebakaran hutan terhadap satwa liar seusai menghadiri peringatan HUT ke-20 PDHI di Balikpapan. (M TAUFIK/KALTIM POST)
drh. Ratna Panca Mardani menjelaskan dampak kebakaran hutan terhadap satwa liar seusai menghadiri peringatan HUT ke-20 PDHI di Balikpapan. (M TAUFIK/KALTIM POST)

Advertisement

 

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya berdampak pada kesehatan manusia, tetapi juga mengancam kelangsungan hidup satwa liar. Kebakaran dapat menyebabkan satwa terluka, kehilangan sumber makanan dan air, hingga terpaksa meninggalkan habitatnya untuk mencari tempat yang lebih aman.

Dokter hewan sekaligus pemilik Jose Vet Clinic Balikpapan, drh. Ratna Panca Mardani, mengatakan satwa yang hidup di hutan menghadapi berbagai ancaman saat kebakaran terjadi. Ketika berusaha menyelamatkan diri dari api, satwa berisiko mengalami cedera, termasuk akibat menginjak benda tajam di tengah kondisi hutan yang terbakar.

Advertisement

Selain itu, kebakaran merusak sumber pakan dan air minum satwa. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kelaparan, dehidrasi, bahkan kematian. Satwa yang kehilangan habitat juga berpotensi memasuki kawasan permukiman dan berhadapan dengan manusia.

“Dia akan mendekati tempat manusia yang bukan habitat alamnya. Di situ dia bisa mendapatkan perlawanan dari manusia,” ujarnya saat menghadiri Kongres PDHI ke-20 di Balikpapan, Sabtu (17/10).

Advertisement

Ratna, yang merupakan alumnus Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM), menyebut sejumlah satwa yang berpotensi terdampak kebakaran hutan di Kalimantan. Di antaranya monyet, orangutan, rusa, dan babi hutan.

Menurut dia, dampak kebakaran terhadap satwa tidak hanya berupa luka dan kehilangan habitat, tetapi juga penderitaan berkepanjangan hingga penurunan populasi, terutama pada satwa yang dilindungi.

Sementara itu, bagi pemilik hewan peliharaan seperti anjing dan kucing, Ratna menyarankan agar hewan tetap berada di dalam rumah selama kualitas udara terdampak kabut asap. Hewan yang dibiarkan berkeliaran di luar rumah berisiko mengalami gangguan saluran pernapasan akibat paparan asap.

“Kalau hewan yang betul-betul disayangi, ya dimasukkan di dalam rumah,” imbaunya.

Ratna menjelaskan, sistem pernapasan hewan dan manusia pada dasarnya sama-sama dapat terdampak paparan asap. Penciuman hewan yang lebih tajam tidak serta-merta membuatnya lebih rentan terhadap gangguan pernapasan akibat kabut asap.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bukan Hanya Ngobrol, Program Ngopi Dulu Bawaslu Tabalong Bahas Politik Uang hingga Pengawasan Pemilu

Bukan Hanya Ngobrol, Program Ngopi Dulu Bawaslu Tabalong Bahas Politik Uang hingga Pengawasan Pemilu

Bawaslu Tabalong luncurkan Ngopi Dulu, ajak mahasiswa aktif mengawasi pemilu, melawan politik uang, dan memperkuat demokrasi.

Berburu Investor Migas di Abu Dhabi, SKK Migas Buka Peluang Kerja Sama dengan Raksasa Energi Dunia

Berburu Investor Migas di Abu Dhabi, SKK Migas Buka Peluang Kerja Sama dengan Raksasa Energi Dunia

Indonesia tawarkan investasi hulu migas di ADIPEC 2026 Abu Dhabi. SKK Migas jajaki kemitraan global untuk memperkuat ketahanan energi.

Masih Punya Ketergantungan dengan Daerah Lain, El Nino Ancam Pasokan Pangan Balikpapan hingga 2027

Masih Punya Ketergantungan dengan Daerah Lain, El Nino Ancam Pasokan Pangan Balikpapan hingga 2027

El Nino ancam pasokan pangan Balikpapan hingga awal 2027. BI waspadai kenaikan harga sayuran dan risiko gagal panen akibat kekeringan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer