Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

KPK Gelar ACFFEST di Balikpapan, Tularkan Budaya Anti Korupsi Kepada Generasi Muda Melalui Film

Rikip Agustani • Sabtu, 27 Juli 2024 | 06:55 WIB
KALI PERTAMA DI BALIKPAPAN :  Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Amir Arief (kanan) bersama Produser Film Nasional, Gita Fara di sela-sela kegiatan  nonton bareng (nobar). (FOTO: RIKIP)
KALI PERTAMA DI BALIKPAPAN : Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Amir Arief (kanan) bersama Produser Film Nasional, Gita Fara di sela-sela kegiatan nonton bareng (nobar). (FOTO: RIKIP)

KALTIMPOST.ID, Upaya pencegahan korupsi terus dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Salah satunya dengan terus mengingatkan perilaku anti korupsi melalui perantara film. 

Yang konsisten dilaksanakan sejak 10 tahun lalu, dengan menggelar Anti Corruption Film Festival (ACFFest). Untuk mengajak seluruh masyarakat Indonesia, khususnya sineas agar berpartisipasi dan menuangkan ide-ide terbaiknya melalui film yang berkaitan dengan anti korupsi.

Salah satu rangkaian dari kegiatan ini adalah Movie Day ACFFEST 1 Dekade Roadshow Balikpapan. Dengan mengajak ratusan pelajar yang ada di Kota Minyak --- julukan Balikpapan --- untuk nonton bareng (nobar) film pendek pemenang ACFFEST di XXI e-Walk Balikpapan SuperBlock (BSB), Jumat (26/7). 

“ACFFEST adalah salah satu program KPK dalam pendidikan anti korupsi dalam bentuk memproduksi seni film. Karena kita tahu bahwa menyampaikan dan menyebarkan pesan anti korupsi, harus menarik perhatian masyarakat. 

Tidak bisa dengan cara menggurui saja. Tapi dengan cara yang menghibur. Menggugah emosi. Dan seni film adalah cara yang mudah untuk menggugah emosi penonton. Dan menarik minat masyarakat,” kata Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Amir Arief di sela-sela kegiatan tersebut.

Melalui kegiatan ACFFEST ini, Amir Arief berharap bisa menyasar sineas asal Balikpapan untuk berpartisipasi memproduksi film yang mengangkat tema anti korupsi ini. Di mana selama 10 tahun pelaksanaan kegiatan ini, baru pertama kali Balikpapan dipilih sebagai lokasi roadshow ACFFEST ini. 

“Balikpapan memang belum pernah kita sambangi. Dan sebenarnya kota-kota lain banyak sineas juga menunggu. Mereka perlu di-support. Dan tentu saja kita sebenarnya menjembatani antara sineas lokal dengan produser nasional,” ujarnya.

Sendal" karya sineas muda asal Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Film ini menjadi pemenang terbaik kategori film proposal ide cerita/kategori film pendek ACFFEST 2022. 

Bercerita tentang seorang ibu yang menitipkan antrian kepada menantunya, seorang petugas vaksin. Menggunakan sandal milik ibu tersebut sebagai antrean ke petugas vaksin. 

Saat menitipkan sandal tersebut terdapat, ada salah seorang yang mengaku-ngaku kalau sendal tersebut adalah miliknya dan terjadilah pertengkaran. 

Dan berhasil menggugah emosi penonton, karena memiliki pesan yang kuat yakni korupsi waktu, dengan latar waktu situasi pandemi Covid-19. Film selanjutnya berjudul “Air Mata Penyesalan” produksi sineas asal Bekasi. 

Bercerita tentang praktik korupsi, yang dilihat dari perspektif masyarakat kecil yang terseret praktik korupsi. Yang ditambah dengan desakan penguasa. “Jadi sasaran kami cukup luas. Mulai dari sineas profesional, atau juga kepada pelajar sebagai pemula dalam produksi film. Dan juga masyarakat umum sebagai pecinta film. 

Diharapkan para sineas yang terlibat dalam kegiatan ini nantinya dapat menyisipkan nilai nilai maupun pesan-pesan anti korupsi dalam setiap karyanya,” ungkap Amir Arief.

Produser Film Nasional, Gita Fara yang setiap tahun selalu menjadi mentor bahkan terlibat dalam penjurian ACFFEST mengatakan mengapresiasi komitmen KPK yang konsisten menyelenggarakan festival film yang mengangkat tema anti korupsi, hingga tahun kesepuluh ini. 

Melalui 2 film yang diputar itu, dia berharap pesan anti korupsi yang menjadi tema utamanya dapat sampai kepada generasi muda yang ada di Balikpapan. Yang dituturkan secara kreatif dan dapat menggugah emosi akan pentingnya budaya anti korupsi.

"Kegiatan seperti ini sangat penting sebagai jembatan untuk lebih dekat dengan generasi muda. Untuk memasukkan value-value, khususnya anti korupsi. Membicarakan anti korupsi dengan medium yang dekat dengan anak muda, melalui film," katanya. 

Editor : Uways Alqadrie
#kpk #kampanye #Anti Korupsi