BALIKPAPAN - Sebelum memasuki masa libur Natal dan Tahun Baru, DPRD Balikpapan dan Pemkot Balikpapan menggelar rapat kerja kamus usulan pokok-pokok pikiran DPRD Tahun Anggaran 2027 dan Tahun Anggaran 2026 Perubahan.
Berlokasi di Hotel Gran Senyiur, Rabu 24 Desember 2025. Salah satu poin hasil rapat kerja, kedua pihak sepakat agar kamus usulan pokok-pokok pikiran DPRD ini perlu melalui rapat paripurna.
Sehingga ada bentuk pengesahan resmi. Tujuannya karena DPRD Balikpapan tidak ingin terjadi pergeseran anggaran atau berhenti di tengah perjalanan yang membuat pokok-pokok pikiran berubah.
“Ketika ada kamus perubahan atau tambahan sebagai payung hukum untuk bisa diaplikasikan ke depan,” kata Wakil Ketua DPRD Balikpapan Yono Suherman. Itu yang membuat pihaknya menambahkan nomenklatur.
“Makanya ada ditambahkan rapat paripurna supaya punya kekuatan untuk menambah itu,” tuturnya. Salah satunya supaya agar ada perda atau melaksanakan suatu kegiatan.
Baik usulan maupun infrastruktur dan lainnya yang perlu aplikasi di lapangan. “Kami menambah nomenklatur yang diparipurnakan. Sehingga ketika ada anggaran bisa dicantumkan ke program tersebut,” sebutnya.
Jangan sampai kadang ketika sudah sepakat. Namun terjadi perubahan yang bisa jadi mungkin dari faktor anggaran dan seterusnya. Itu juga yang menjadi catatan bagi wakil rakyat.
Rencananya akan dilakukan paripurna kamus usulan pokok-pokok pikiran. “Kemungkinan baru bisa dibahas pada 31 Desember 2025,” tuturnya.
Seperti usulan yang dia perjuangkan tentang kebutuhan gedung serbaguna di setiap kelurahan. Seperti di Sepinggan dan Gunung Bahagia sudah memiliki aula atau gedung serbaguna.
“Usulan setiap kelurahan punya gedung serbaguna agar dimanfaatkan untuk income pemerintah,” ucapnya. Selain itu dapat digunakan untuk kegiatan masyarakat di wilayah masing-masing.
“Lebih ke pemanfaatannya, karena sekarang ini banyak kegiatan-kegiatan masyarakat terfokus rata-rata di BSCC Dome,” bebernya. Maka dengan adanya gedung-gedung yang baru bisa mengakomodasi kegiatan masyarakat.
Menurutnya salah satu contoh yang sukses di Aula Gunung Bahagia. Ada kegiatan-kegiatan RT, PKK, dan seterusnya. “Ini yang kita perjuangkan harapannya bisa terakomodir,” ungkapnya.
Begitu pula harapannya terdapat aula di semua kelurahan. Sehingga mendukung terjadi perputaran ekonomi dan menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD).
Editor : Muhammad Ridhuan