BALIKPAPAN – Dinas Kesehatan (Diskes) Balikpapan mencatat 7.000 kasus ISPA hingga Februari 2026. Kepala Diskes Balikpapan Alwiati mengingatkan warga untuk waspada terhadap gorengan dan es yang memicu hipertensi, serta batuk selama Ramadan. Simak aturan PHBS agar puasa tetap fit!
Umat Muslim perlu menjaga kesehatan agar dapat menjalani ibadah puasa secara maksimal. Meski sudah menahan hawa nafsu, bukan berarti ketika waktu berbuka puasa bisa makan dengan bebas.
“Tetap makan makanan bergizi seimbang untuk menjaga kesehatan tubuh,” kata Alwiati. Sehingga, lanjut dia, ketika tubuh dalam kondisi fit bisa mendukung aktivitas ibadah.
Dia menjelaskan, biasanya penyakit tertinggi selama Ramadhan adalah inspeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Terpantau hingga Februari 2026, angka ISPA sekitar 7.000 kasus.
Tren kasus ISPA naik turun atau fluktuatif tergantung kondisi cuaca. “Selama menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta pola makan tubuh bisa kuat untuk melawan,” tuturnya.
Namun bagi yang sudah sakit, sebaiknya menggunakan masker agar penularan tidak terjadi signifikan. Serta hipertensi turut menjadi penyakit tertinggi kedua selama Ramadhan hipertensi.
“Banyak makan gorengan dan asin. Jadi tensi naik,” ucapnya. Dia mengingatkan agar masyarakat tidak konsumsi gorengan dan es. Kedua jenis kudapan ini justru memicu penyakit batuk.
Alwiati juga mengingatkan penderita hipertensi dan diabetes mellitus tetap menjaga pilihan makanan hingga rutin konsumsi obat. “Itu wajib diminum tidak boleh lepas setiap hari,” sebutnya.
Jika merasa tubuh mengalami gangguan kesehatan, segera memperbanyak istirahat. Itu mengembalikan kondisi tubuh fit kembali dan tetap bisa menjalani Ramadhan. (*)
Editor : Sukri Sikki