KALTIMPOST.ID-Apical bersama PT Kutai Refinery Nusantara (KRN) menggelar acara buka puasa bersama awak media di Balikpapan, Rabu (11/3). Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pimpinan redaksi dan jurnalis dari berbagai media di Kaltim.
Agenda itu menjadi momentum mempererat silaturahmi antara perusahaan dan insan pers, sekaligus berbagi informasi mengenai sejumlah program yang tengah dijalankan perusahaan di daerah.
Manajer Social, Security, and License (SSL) PT Kutai Refinery Nusantara (KRN) Randy Suwenli mengatakan pertemuan tersebut menjadi ruang komunikasi yang penting antara perusahaan dan media.
Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai berbagai program perusahaan.
“Ini merupakan ajang silaturahmi dengan awak media. Kami juga ingin berbagi informasi mengenai beberapa program baru yang sedang kami jalankan,” ujarnya.
Salah satu program yang tengah dikembangkan adalah pemanfaatan limbah hasil pembakaran batu bara yang memiliki nilai ekonomi.
Program tersebut dirancang dengan melibatkan masyarakat di sekitar kawasan operasional Apical/KRN di Balikpapan.
Randy menjelaskan, limbah pembakaran batu bara yang sebelumnya kurang dimanfaatkan kini mulai diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual.
Melalui program tersebut, perusahaan berharap dapat memberikan manfaat ekonomi tambahan bagi masyarakat sekitar.
“Kami ingin memanfaatkan limbah tersebut agar memiliki nilai ekonomi. Program ini juga melibatkan warga di sekitar kawasan operasional perusahaan,” jelasnya.
Sementara itu, Head of Corporate Communications Apical Prama Yudha Amdan menegaskan industri kelapa sawit memiliki potensi besar untuk menghasilkan berbagai produk turunan yang bernilai tinggi.
Menurutnya, hampir seluruh bagian dari kelapa sawit dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan industri, mulai dari produk pangan hingga produk rumah tangga.
“Dari satu tetes minyak sawit bisa dihasilkan berbagai produk turunan. Bahkan produk seperti cokelat saat ini banyak menggunakan lemak sawit. Selain itu sawit juga dapat diolah menjadi berbagai produk lain seperti sabun,” ujarnya.
Ia menambahkan, Apical juga terus mendorong peningkatan nilai tambah komoditas sawit melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Salah satu program terbaru dilakukan di Kutai Timur (Kutim) dengan fokus pada penguatan kapasitas masyarakat desa dalam mengelola sektor perkebunan sawit.
Melalui program tersebut, masyarakat diberikan pengetahuan mengenai teknik penanaman hingga pengembangan produksi sawit secara berkelanjutan.
“Kami ingin menambah kebermanfaatan dan nilai dari sawit. Karena itu, kami juga memberikan pelatihan kepada masyarakat desa agar mampu mengembangkan potensi sawit secara lebih optimal,” pungkasnya. (rd)
Editor : Romdani.