KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Menjelang Lebaran 2026, perjalanan mudik yang panjang dan kemacetan sering kali memicu masalah kesehatan, terutama pada tulang belakang.
Dokter Saraf RS Pertamina Balikpapan, dr. Fajar Rudy Qimindra, membagikan cara mencegah nyeri pinggang dan kesemutan agar perjalanan tetap nyaman hingga tujuan.
Qimi - sapaan akrabnya – mengatakan, duduk statis dalam waktu lama di kendaraan dapat meningkatkan tekanan pada bantalan tulang belakang atau diskus.
Bahkan hingga 40 persen lebih besar dibandingkan saat berdiri. Itu yang membuat pinggang sering terasa kaku, nyeri, hingga kesemutan saat sampai di tujuan.
Antisipasi bisa dilakukan dengan beberapa hal. Pertama mengatur posisi duduk menggunakan bantal kecil di lekukan pinggang bawah. Kepala dan tulang belakang sejajar.
“Pastikan lutut sejajar atau sedikit lebih rendah dari pinggul,” katanya. Kemudian melakukan micro-stretching atau peregangan singkat setiap dua jam yang bisa dilakukan di mobil.
“Gerakan Chin Tuck dan Stretching sangat membantu mengurangi ketegangan saraf piriformis dan leher,” ucapnya. Dia menjelaskan chin tuck berarti tarik dagu ke dalam, perbaiki postur leher dan relaksasi.
Lalu seated cat-cow seperti menggerakan tulang belakang dan relaksasi otot punggung. Selanjutnya seated figure-4 stretch yaitu peregangan pinggul dan menghilangkan ketegangan.
Terakhir scapular squeeze dengan jepit tulang belikat ke belakang dan buka dada. Selain mengatur posisi dan peregangan, sebaiknya minum cukup air putih dan pH seimbang untuk menjaga elastisitas bantalan saraf.
“Istirahat berkala dengan wajib keluar dari mobil setiap dua jam untuk berjalan kaki 5-10 menit,” tuturnya. Dia mengingatkan jangan abai jika nyeri pinggang ketika mulai menjalar hingga ke paha atau betis.
Disertai rasa kesemutan, panas, atau baal (mati rasa). “Kaki terasa lemas saat berjalan,” imbuhnya. Jika muncul terasa gejala tersebut, maka segera konsultasi ke dokter untuk mendapatkan evaluasi saraf yang tepat. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo