Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lonjakan Impor Migas Tekan Neraca Dagang Balikpapan

U
Penulis: Ulil Mu'Awanah❯
PERDAGANGAN: Nilai impor di Balikpapan pada September lalu naik 51 persen, utamanya didorong sektor migas.
PERDAGANGAN: Nilai impor di Balikpapan pada September lalu naik 51 persen, utamanya didorong sektor migas.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Kinerja perdagangan Balikpapan pada September 2025 dipengaruhi oleh lonjakan impor migas dan pergeseran pola permintaan industri. Berdasarkan laporan resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan, nilai impor September 2025 tercatat mencapai USD 388,38 juta, naik 51,06 persen dibandingkan Agustus 2025.


Advertisement

"Kenaikan ini didorong oleh melonjaknya impor migas dari USD 204,06 juta menjadi USD 338,57 juta atau naik 65,92 persen dalam satu bulan," sebut Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama.

Ia menegaskan bahwa pergerakan impor migas perlu dicermati seiring ketergantungan Balikpapan yang kuat terhadap sektor energi. “Lonjakan impor migas bulan September menunjukkan tekanan biaya energi yang masih tinggi. Industri kita sangat bergantung pada suplai migas, sehingga setiap kenaikan impor harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Data BPS menunjukkan neraca perdagangan Balikpapan pada September 2025 mencatat defisit sebesar USD 3,50 juta. Kondisi ini disebabkan oleh defisit migas yang cukup dalam, mencapai USD 308,04 juta.

Advertisement

Meski demikian, sektor nonmigas yang menjadi penyokong utama perdagangan kota ini masih mampu mencatat surplus USD 304,54 juta, menjadi bantalan penting di tengah ketidakpastian energi.

Secara kumulatif Januari–September 2025, neraca perdagangan Balikpapan masih dalam kondisi surplus sebesar USD 1.062,78 juta. Jika dirinci, sektor migas menanggung defisit besar hingga USD 1.939,52 juta, namun tertutup oleh surplus sektor nonmigas sebesar USD 3.002,30 juta.

“Struktur perdagangan Balikpapan memang unik. Di satu sisi kita mengalami defisit migas yang besar, namun ekspor nonmigas, terutama dari sektor pengolahan, sangat kuat hingga menjaga neraca tetap surplus,” jelas Marinda.

Advertisement

Bila dibandingkan dengan September 2024, nilai impor Balikpapan turun 4,90 persen secara tahunan. Penurunan ini disebabkan jatuhnya impor nonmigas hingga 65,55 persen, meski impor migas mengalami kenaikan 28,35 persen. Pada periode yang sama, impor minyak mentah mencatat kenaikan signifikan 47,42 persen, sejalan dengan peningkatan kebutuhan pengolahan di kilang daerah.

Sementara impor gas justru turun 48,28 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Marinda menjelaskan bahwa pergerakan ini mencerminkan perubahan kebutuhan industri lokal.

“Kenaikan impor minyak mentah menggambarkan peningkatan aktivitas pengolahan, tetapi penurunan nonmigas menandakan koreksi belanja bahan baku di sektor lainnya. Ini sinyal campuran yang harus dibaca dengan hati-hati,” tuturnya.

Dalam laporan BPS, negara asal barang yang paling memengaruhi kenaikan impor September 2025 adalah Brazil, dengan lonjakan hingga 101,55 juta dolar atau 31.903 persen. Amerika Serikat juga mencatat kenaikan besar sebesar 506 persen, disusul Singapura yang meningkat 53,72 persen.

Secara kumulatif Januari–September 2025, Nigeria menjadi negara pemasok terbesar dengan nilai impor 690,75 juta dolar (22,06 persen), disusul Singapura dan Angola.

Marinda menekankan bahwa perubahan komposisi negara pemasok menjadi perhatian tersendiri. “Ketergantungan pada negara-negara tertentu, terutama untuk komoditas energi, harus terus dipantau. Perubahan harga global bisa langsung mempengaruhi neraca perdagangan Balikpapan,” jelasnya.

Dengan masih kuatnya porsi migas dalam struktur perdagangan, Balikpapan diperkirakan tetap menghadapi volatilitas hingga akhir 2025. Harga minyak global dan dinamika geopolitik diprediksi menjadi faktor utama.

Meski demikian, BPS menilai surplus nonmigas yang besar memberikan ruang stabilitas ekonomi. “Surplus nonmigas menjadi penopang utama perekonomian kota. Jika sektor ini terus tumbuh stabil, Balikpapan dapat menjaga momentum positif hingga akhir tahun,” kata Marinda. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Ekspor Lemak dan Minyak Nabati Kaltim Melonjak 18,24 Persen, Tembus USD412 Juta

Ekspor Lemak dan Minyak Nabati Kaltim Melonjak 18,24 Persen, Tembus USD412 Juta

Ekspor produk lemak dan minyak hewani maupun nabati dari Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat lonjakan pada September 2026.

Impor Nonmigas Kaltim dari ASEAN Melonjak, Malaysia Naik 682 Persen

Impor Nonmigas Kaltim dari ASEAN Melonjak, Malaysia Naik 682 Persen

Impor dari sektor nonmigas Kaltim mengalami peningkatan signifikan. Dari berbagai negara ASEAN, kenaikan utama disokong oleh Malaysia.

Impor Nonmigas Kaltim Turun, tapi Mesin Mekanis Justru Melonjak 48 Persen

Impor Nonmigas Kaltim Turun, tapi Mesin Mekanis Justru Melonjak 48 Persen

Di tengah total impor nonmigas yang terkoreksi tipis, kelompok barang utama justru mencatat lonjakan signifikan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer