Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kualitas Kunjungan Wisatawan ke Balikpapan Meningkat, Ada Apa?

U
Penulis: Ulil Mu'Awanah❯
PERBAIKAN: Rata-rata lama menginap tamu nusantara pada November 2025 mencapai 1,69 hari, meningkat 0,07 poin secara bulanan dan 0,02 poin secara tahunan.
PERBAIKAN: Rata-rata lama menginap tamu nusantara pada November 2025 mencapai 1,69 hari, meningkat 0,07 poin secara bulanan dan 0,02 poin secara tahunan.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Di tengah fluktuasi tingkat hunian kamar hotel, kualitas kunjungan wisatawan dan tamu hotel di Balikpapan justru menunjukkan perbaikan.


Advertisement

Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan mencatat rata-rata lama menginap tamu hotel klasifikasi bintang pada November 2025 mencapai 1,70 hari, meningkat dibandingkan Oktober 2025 yang sebesar 1,63 hari.

Kepala BPS Balikpapan, Marinda Dama Prianto, mengatakan bahwa peningkatan lama menginap menjadi indikator dalam melihat kualitas aktivitas pariwisata dan perjalanan bisnis.

“Bukan hanya tingkat hunian yang kami perhatikan, tetapi juga berapa lama tamu tinggal. Lama menginap yang meningkat menandakan adanya aktivitas yang lebih intens selama kunjungan,” ucapnya.

Advertisement

Jika dibandingkan dengan November 2024, rata-rata lama menginap juga mengalami peningkatan sebesar 0,02 poin, dari 1,68 hari menjadi 1,70 hari. Peningkatan ini dinilai relatif kecil, namun menunjukkan tren yang positif di tengah dinamika sektor pariwisata dan jasa.

Berdasarkan asal tamu, rata-rata lama menginap tamu asing pada November 2025 tercatat sebesar 2,46 hari. Angka ini naik 0,12 poin dibandingkan Oktober 2025, dan meningkat cukup signifikan sebesar 0,33 poin dibandingkan November 2024.

Sementara itu, rata-rata lama menginap tamu nusantara mencapai 1,69 hari, meningkat 0,07 poin secara bulanan dan 0,02 poin secara tahunan.

Advertisement

Marinda menjelaskan bahwa tamu asing cenderung memiliki durasi tinggal lebih lama karena tujuan kunjungan yang bersifat proyek, investasi, atau perjalanan bisnis jangka menengah.

“Tamu asing umumnya datang dengan agenda yang lebih panjang, sehingga berdampak pada rata-rata lama menginap yang lebih tinggi dibandingkan tamu nusantara,” katanya.

Dalam rentang November 2024 hingga November 2025, capaian tertinggi rata-rata lama menginap tamu nusantara terjadi pada Agustus 2025 sebesar 1,74 hari. Sementara itu, rata-rata lama menginap tamu asing tertinggi tercatat pada April 2025 yang mencapai 3,76 hari.

Adapun capaian terendah rata-rata lama menginap tamu nusantara terjadi pada Maret 2025 sebesar 1,53 hari, dan tamu asing terendah tercatat pada Desember 2024 sebesar 2,06 hari.

Menurut BPS, data ini menunjukkan bahwa meskipun tingkat hunian kamar masih berfluktuasi, Balikpapan memiliki potensi untuk mendorong pariwisata berkualitas, yakni dengan kunjungan yang lebih lama dan bernilai ekonomi lebih tinggi.

Ke depan, peningkatan lama menginap diharapkan dapat menjadi salah satu fokus dalam pengembangan sektor pariwisata dan jasa di Balikpapan.

Dengan dukungan infrastruktur, konektivitas, serta penyelenggaraan kegiatan berskala regional dan nasional, kualitas kunjungan diharapkan terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.

“Semakin lama tamu menginap, semakin besar pula potensi belanja dan perputaran ekonomi di daerah,” ujar Marinda. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Okupansi Hotel Membaik Masuk di Triwulan IV, Swiss-Belhotel Borneo Samarinda Catat di 60-70 Persen

Okupansi Hotel Membaik Masuk di Triwulan IV, Swiss-Belhotel Borneo Samarinda Catat di 60-70 Persen

Perlahan tapi pasti, peningkatan okupansi hotel di triwulan keempat mengalami peningkatan dibanding triwulan sebelumnya.

Kokam Muhammadiyah Kritik Keras Pemadaman Listrik di PPU, UMKM hingga Sektor Perhotelan Terpukul

Kokam Muhammadiyah Kritik Keras Pemadaman Listrik di PPU, UMKM hingga Sektor Perhotelan Terpukul

Kokam dan pengusaha perhotelan di PPU kritik keras pemadaman listrik bergilir PLN yang rugikan UMKM serta matikan sistem operasional.

Kreasi Bandeng Competition Torani: 12 Chef Hotel Adu Kreativitas Angkat Bandeng dan Kepiting

Kreasi Bandeng Competition Torani: 12 Chef Hotel Adu Kreativitas Angkat Bandeng dan Kepiting

Kreasi Bandeng Competition Torani menjadi ajang bagi para chef hotel di Kota Balikpapan untuk menunjukkan kreativitas.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer