Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Geopolitik Memanas, Rupiah Tertekan ke Level Rp 16.761 per Dolar AS

A
Penulis: Ari Arief❯

TATA: Petugas perbankan saat menata ulang uang rupiah dan dolar.
TATA: Petugas perbankan saat menata ulang uang rupiah dan dolar.


Advertisement

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau melemah tipis pada pembukaan perdagangan Rabu pagi (7/1/2026). Mata uang Garuda terdepresiasi sebesar 3 poin atau 0,02 persen ke level Rp 16.761, turun dari penutupan sebelumnya di posisi Rp 16.758.

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menilai bahwa pergerakan rupiah hari ini sangat dipengaruhi oleh eskalasi tensi geopolitik dunia. Ia memprediksi nilai tukar akan bergerak fluktuatif di rentang Rp 16.700 hingga Rp 16.800 per dolar AS sepanjang hari itu.

Analisis dia, tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, berhulu dari tindakan militer Amerika Serikat di Venezuela. Berikut poin utama yang memicu ketidakpastian pasar menurut dia adalah penangkapan Nicolas Maduro. Aksi militer AS pada awal Januari yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela dan istrinya memicu kekhawatiran global.

Tuduhan narkoterorisme oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk mengadili Maduro atas keterlibatan dalam jaringan narkotika internasional yang dianggap mengancam keamanan nasional AS.

Respon internasional bahwa langkah unilateral AS ini menuai kritik dari berbagai negara, termasuk Indonesia, karena dianggap mencederai prinsip kedaulatan nasional dan hukum internasional.

Advertisement

Gejolak di Pasar Obligasi Domestik

Sentimen negatif global ini merembet ke pasar surat utang. Imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) terpantau merangkak naik pada Selasa (6/1/2026), mencerminkan adanya aksi jual dari investor yang mencari aset aman (safe haven).

Pergerakan Yield SBN:

Tenor 5 Tahun: Naik 2 bps ke level 5,49%.

Tenor 10 Tahun: Naik 1 bps ke level 6,10%.

Tenor 20 Tahun: Naik 1 bps ke level 6,50%.

Aktivitas pasar pun melonjak tajam dengan volume perdagangan obligasi mencapai Rp 50,28 triliun, naik signifikan dibandingkan awal pekan yang hanya berada di angka Rp 29,02 triliun.

Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Keuangan tetap berhasil memenangkan penawaran sebesar Rp 40 triliun dalam lelang SUN terbaru, meski total permintaan yang masuk jauh lebih tinggi, yakni Rp 90,96 triliun.(*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Rupiah Menguat ke Rp 17.925 per Dolar AS, Terkatrol Penurunan Harga Minyak Dunia

Rupiah Menguat ke Rp 17.925 per Dolar AS, Terkatrol Penurunan Harga Minyak Dunia

Rupiah menguat ke Rp17.925/USD terdorong penurunan harga minyak dunia. BI tetap siaga lakukan intervensi pasar jaga stabilitas.

Sore Ini Rupiah Ditutup Menguat, Naik 71 Poin ke Level Rp17.851 per Dolar AS

Sore Ini Rupiah Ditutup Menguat, Naik 71 Poin ke Level Rp17.851 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah naik 71 poin ke Rp17.851 per dolar AS. Penguatan didukung sentimen positif pasar global dan mata uang Asia.

Rupiah Lesu, Toko di Singapura Kasih Diskon 10 Persen Khusus WNI Bikin Warganet Bereaksi

Rupiah Lesu, Toko di Singapura Kasih Diskon 10 Persen Khusus WNI Bikin Warganet Bereaksi

Di saat rupiah yang terus mengalami tekanan, sebuah toko di Singapura justru menghadirkan promo khusus bagi warga negara Indonesia.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer