Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Empat Daerah Kompak Inflasi, Samarinda Tembus 5,29 Persen

Raden Roro Mira Budi Asih

TERTINGGI: Samarinda catat inflasi tertinggi di antara empat daerah cakupan IHK di Kaltim, yakni 5,29 persen yoy.
TERTINGGI: Samarinda catat inflasi tertinggi di antara empat daerah cakupan IHK di Kaltim, yakni 5,29 persen yoy.


Advertisement

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Secara tahunan, perkembangan harga berbagai komoditas di Kalimantan Timur pada Februari 2026 menunjukkan kenaikan signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi year-on-year (yoy) yakni 4,64 persen.

“Secara tahunan, perkembangan harga berbagai komoditas pada Februari 2026 secara umum menunjukkan adanya kenaikan,” ungkap Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai. Lebih tinggi dibanding angka inflasi tahunan pada Januari 2026 yang tercatat 3,76 persen yoy.

Berdasarkan hasil pemantauan BPS Kaltim di 4 kabupaten/kota, pada Februari 2026 terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,60 pada Februari 2025 menjadi 110,50 pada Februari 2026.

Advertisement

Seluruh daerah cakupan IHK mengalami inflasi tahunan. Inflasi yoy tertinggi terjadi di Samarinda yakni 5,29 persen dengan IHK 110,43. Sementara itu, inflasi terendah terjadi di Penajam Paser Utara dengan 4,13 persen dengan IHK sebesar 110,09.

Rinciannya, Berau mencatat IHK 110,11 dengan inflasi tahunan 4,15 persen. Balikpapan mencatat IHK 110,76 dengan inflasi 4,14 persen.

Inflasi yoy terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran. Kelompok yang mengalami kenaikan antara lain makanan, minuman, dan tembakau 3,75 persen; perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 14,14 persen; kesehatan 1,35 persen; rekreasi, olahraga, dan budaya 1,32 persen; pendidikan 2,43 persen; penyediaan makanan dan minuman/restoran 1,38 persen; serta perawatan pribadi dan jasa lainnya 16,98 persen.

Advertisement

Adapun kelompok yang mengalami penurunan indeks yaitu pakaian dan alas kaki 1,01 persen; perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 1,25 persen; transportasi 0,04 persen; serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,16 persen.

Kelompok yang memberikan andil inflasi yoy terbesar yakni perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 2,15 persen; diikuti perawatan pribadi dan jasa lainnya 1,15 persen; serta makanan, minuman, dan tembakau 1,14 persen.

Komoditas dominan penyumbang inflasi tahunan antara lain tarif listrik, emas perhiasan, ikan layang/ikan benggol, beras, sigaret kretek mesin (SKM), daging ayam ras, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, pasta gigi, bawang merah, akademi/perguruan tinggi, ikan kembung/ikan gembung/ikan banyar/ikan gembolo/ikan asoaso, kopi bubuk, sewa rumah, ikan bandeng/ikan bolu, sekolah dasar, bimbingan belajar, sigaret kretek tangan (SKT), nasi dengan lauk, tukang bukan mandor, dan pisang.

"Sebagai perbandingan, tingkat deflasi yoy Februari 2025 yakni 0,30 dan tingkat inflasi yoy Februari 2024 sebesar 3,28 persen," tutupnya. (*)

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Inflasi Kaltim Tembus 4 Persen, Transportasi Jadi Penyumbang Terbesar

Inflasi Kaltim Tembus 4 Persen, Transportasi Jadi Penyumbang Terbesar

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan Kaltim pada Oktober 2026 mencapai 4,04 persen, tertinggi sejakFebruari

Inflasi Bulanan Kaltim di Oktober Hanya 0,07 Persen, Cabai Rawit dan Tomat Jadi Pemicu

Inflasi Bulanan Kaltim di Oktober Hanya 0,07 Persen, Cabai Rawit dan Tomat Jadi Pemicu

Inflasi bulanan Kaltim Oktober 2026 tercatat 0,07 persen. Cabai rawit dan tomat jadi pemicu utama kenaikan harga pangan di wilayah tersebut.

Inflasi Kaltim Tembus 4,04 Persen, Transportasi Sumbang Tekanan Terbesar

Inflasi Kaltim Tembus 4,04 Persen, Transportasi Sumbang Tekanan Terbesar

Inflasi Kaltim tembus 4,04 persen pada Oktober 2026. Biaya transportasi menjadi penyumbang terbesar inflasi tahunan di Kalimantan Timur.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer