Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jemaah Umrah Terancam Konflik Houthi, Ini Langkah Travel

N
Penulis: Nasya Rahaya❯
PRIORITAS: Keselamatan jemaah menjadi prioritas PT Global Mitra Travelindo di tengah perkembangan situasi keamanan di Timur Tengah. IST/KP
PRIORITAS: Keselamatan jemaah menjadi prioritas PT Global Mitra Travelindo di tengah perkembangan situasi keamanan di Timur Tengah. IST/KP

Advertisement

KALTIMPOST.ID - Serangan milisi Houthi terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh beberapa hari lalu meningkatkan ancaman terhadap keselamatan jemaah umrah di Arab Saudi. Hal ini mendapatkan atensi serius dari para penyelenggara umrah di Kaltim.

Rekaman yang beredar setelah serangan di Riyadh memperlihatkan jemaah umrah bersiap menaiki pesawat di bandara. Situasi itu menggambarkan risiko yang dihadapi para pelancong yang datang ke Arab Saudi untuk beribadah dan mengunjungi dua Masjid Suci.

Bagi jutaan umat Islam di seluruh dunia, bandara-bandara di Arab Saudi bukan sekadar tempat transit. Fasilitas tersebut menjadi pintu masuk bagi jemaah dan pengunjung yang hendak menuju Makkah dan Madinah untuk menjalankan ibadah. Karena itu, serangan terhadap fasilitas penerbangan sipil tidak hanya mengganggu perjalanan udara. Aksi semacam itu dapat membahayakan nyawa jamaah.

Direktur PT Global Mitra Travelindo Muh Ashar Effendi mengatakan, pihaknya terus memantau informasi resmi dari pemerintah, maskapai dan mitra di Arab Saudi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan perjalanan jemaah tetap berjalan dengan memperhatikan aspek keselamatan dan kenyamanan.

“Situasi ini tentu menjadi perhatian calon jemaah, sehingga kami berupaya memberikan informasi yang transparan serta memastikan keselamatan dan kenyamanan jemaah tetap menjadi prioritas,” ujarnya.

Advertisement

Untuk periode Oktober–November 2026, Global Travelindo tercatat memberangkatkan total 407 jemaah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 64 jemaah telah kembali ke Indonesia, sedangkan 42 jemaah masih berada di Makkah dan dijadwalkan pulang pada 23 Oktober 2026.

Ashar menyebut, hingga saat ini belum ada perubahan jadwal maupun pembatalan penerbangan yang dialami jemaahnya. Meski demikian, perusahaan tetap menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi kemungkinan perubahan situasi.

“Kami memantau informasi resmi, mengevaluasi rute dan jadwal bersama maskapai, memastikan kesiapan tim serta mitra di Arab Saudi dan menjaga komunikasi dengan jemaah serta keluarga,” jelasnya.

Dari sisi permintaan, Ashar mengungkapkan terdapat satu calon jemaah yang mengajukan pembatalan untuk jadwal keberangkatan 11 Januari 2027. Pengajuan tersebut bukan semata-mata disebabkan situasi keamanan, melainkan karena kondisi calon jemaah yang tidak memungkinkan untuk berangkat. Permohonan itu akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Terkait kemungkinan perubahan rute dan jadwal penerbangan, Ashar mengatakan, kondisi tersebut dapat memunculkan biaya tambahan. Besarannya bergantung pada kebijakan maskapai dan situasi yang terjadi. Karena itu, penanganan biaya akan mengacu pada perjanjian perjalanan yang telah disepakati.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Umrah Saat Konflik: Situasi di Arab Saudi Tetap Aman dan Lancar

Umrah Saat Konflik: Situasi di Arab Saudi Tetap Aman dan Lancar

Jemaah umrah asal Balikpapan melaporkan kondisi Makkah tetap kondusif dan lancar di tengah isu keamanan di Arab Saudi.

Anggota Dewan Soroti Penundaan Penerbangan Umrah, Minta Pemerintah Jamin Keselamatan dan Hak Jamaah

Anggota Dewan Soroti Penundaan Penerbangan Umrah, Minta Pemerintah Jamin Keselamatan dan Hak Jamaah

Hetifah Sjaifudian desak pemerintah menjamin keselamatan, pelayanan, dan hak jamaah umrah yang terdampak penundaan penerbangan.

Ketegangan Saudi-Houthi Memanas, Pemerintah Didesak Tunda Keberangkatan Umrah

Ketegangan Saudi-Houthi Memanas, Pemerintah Didesak Tunda Keberangkatan Umrah

Ketegangan Saudi-Houthi memanas, pengamat desak pemerintah tunda keberangkatan umrah demi keselamatan jemaah dan antisipasi lonjakan biaya.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer