Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kabut Asap di Kalimantan Picu Pembatalan Kunjungan Wisata

U
Penulis: Ulil Mu'Awanah❯
MENGHINDAR: Pemberitaan soal karhutla dan asap di Kalimantan membuat para calon turis membatalkan rencana kedatangan mereka.
MENGHINDAR: Pemberitaan soal karhutla dan asap di Kalimantan membuat para calon turis membatalkan rencana kedatangan mereka.

Advertisement

KALTIMPOST.ID, ‎BALIKPAPAN - Bencana polusi kabut asap di Kaltim berdampak langsung terhadap laju mobilitas penduduk dan minat kedatangan pendatang dari luar daerah. Kondisi tersebut memaksa sejumlah pelaku usaha biro perjalanan wisata serta penyelenggara ibadah di Balikpapan mengambil langkah evaluasi operasional.

‎Sentimen publik yang terbentuk dari kabut asap dinilai sangat mempengaruhi keputusan masyarakat untuk bepergian. Hal ini berdampak nyata terhadap aktivitas perjalanan keluar maupun arus kunjungan pendatang yang hendak memasuki kawasan Kaltim.

‎Joko Purwanto selaku Owner Trans Borneo Adventure Tours and Travel mengungkapkan, kondisi udara memegang peranan krusial bagi pergerakan calon pendatang.

Advertisement

Dampak psikologis dan sosial dari pemberitaan lingkungan tersebut dirasakan cukup signifikan oleh para pelaku sektor perjalanan. ‎"Orang-orang jadi batal datang ke Kalimantan karena dengan adanya berita asap. Berpengaruh sekali," katanya, kemarin (19/10).

‎Joko menilai penurunan minat tersebut tidak terlepas dari kekhawatiran masyarakat terhadap kepastian transportasi, kesehatan dan kenyamanan perjalanan di tengah ancaman kabut asap. Hal ini pada akhirnya turut membayangi rencana perjalanan luar daerah, termasuk segmen perjalanan ibadah umrah yang selama ini dilayani oleh agen perjalanan.

Advertisement

‎Selain mobilitas pendatang, operasional biro perjalanan menghadapi tantangan teknis akibat adanya sejumlah pembatalan penerbangan. Gangguan jadwal pesawat rute Kaltim dan sekitarnya memicu kehati-hatian ekstra dari pihak manajemen travel dalam menjadwalkan keberangkatan.

‎Ia menjelaskan bahwa evaluasi menyeluruh terus dilakukan sembari meninjau perkembangan situasi di lapangan. Langkah ini penting mengingat adanya pembatalan tiket penerbangan yang terjadi berulang kali pada sejumlah jadwal keberangkatan ke Kaltim.

‎Joko mengakui sebelumnya telah menerima permintaan dari calon jamaah yang berencana berangkat menjelang momen pergantian tahun. Namun, kepastian realisasi keberangkatan pada Desember mendatang pun masih harus menunggu hasil pemutakhiran kondisi global dan jaminan kelancaran rute.

‎"Untuk kemarin sih rencana permintaannya itu pas mau tahun baruan. Cuma sementara ini kami fokus ke segmen lain dulu," tuturnya.

‎Di tengah penundaan sejumlah rencana ke luar daerah, pihak biro perjalanan saat ini tetap berupaya menjaga denyut bisnis dengan menggaet wisatawan domestik. Strategi utama difokuskan pada upaya menarik pelancong luar Kaltim agar tetap bersedia berkunjung, kendati isu kabut asap masih menjadi hambatan utama promosi.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

BMKG Deteksi 1.106 Titik Panas di Kaltim, Kabut Asap Masih Mengancam Sepekan ke Depan

BMKG Deteksi 1.106 Titik Panas di Kaltim, Kabut Asap Masih Mengancam Sepekan ke Depan

BMKG deteksi 1.106 titik panas di Kaltim, terbanyak di Paser. Kabut asap belum mereda, risiko karhutla masih tinggi sepekan ke depan.

BPBD Catat Karhutla Kaltim di Oktober Turun jadi 1.223 Hektare, Kabut Asap Masih Menyelimuti

BPBD Catat Karhutla Kaltim di Oktober Turun jadi 1.223 Hektare, Kabut Asap Masih Menyelimuti

Luas karhutla Kaltim menurun ke 1.223 hektare pada Oktober, namun kabut asap masih menyelimuti wilayah Samarinda dan sekitarnya.

Sempat Membaik, Udara Kabur dan Kabut Asap Kembali Selimuti Balikpapan

Sempat Membaik, Udara Kabur dan Kabut Asap Kembali Selimuti Balikpapan

Kondisi Balikpapan yang kembali diselimuti kabut asap membuat aktivitas masyarakat sedikit banyak terganggu. Hal itu jadi perhatian serius.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer