Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Listrik dan Air Kerap Padam, Beban Operasional Hotel Melonjak

U
Penulis: Ulil Mu'Awanah❯
BANYAK GANGGUAN: Pelayanan di hotel kepada tamu dituntut tetap berjalan maksimal meski pasokan listrik atau air mengalami gangguan.
BANYAK GANGGUAN: Pelayanan di hotel kepada tamu dituntut tetap berjalan maksimal meski pasokan listrik atau air mengalami gangguan.

Advertisement

KALTIMPOST.ID - Gangguan pasokan listrik dan air yang berulang menjadi tantangan tambahan bagi industri perhotelan di Balikpapan. Biaya operasional membengkak, di sisi lain okupansi belum sepenuhnya pulih.

Ketua Perhimpunan Hotel dan restoran Indonesia (PHRI) Balikpapan Soegianto menjelaskan, pemadaman listrik tidak hanya mengganggu kenyamanan operasional, tetapi juga menimbulkan konsekuensi langsung terhadap pengeluaran hotel.

Ketika pasokan listrik terhenti, hotel harus mengandalkan sumber energi cadangan agar layanan penting tetap dapat berjalan.

Advertisement

“Kalau sering mati, otomatis di hotel itu terganggu. Satu, operasionalnya meningkat karena harus membeli solar. Kedua, peralatan-peralatan kalau langsung mati juga bisa mengakibatkan kerusakan,” keluhnya, Selasa (27/10).

Penggunaan genset menjadi salah satu langkah untuk menjaga layanan hotel tetap berjalan ketika listrik padam. Namun, pengoperasian sumber daya cadangan membutuhkan bahan bakar dan pemeliharaan tambahan. Semakin sering gangguan terjadi, semakin besar pula potensi peningkatan pengeluaran untuk menjaga kesinambungan operasional.

Advertisement

Bagi hotel, kebutuhan listrik berkaitan dengan berbagai aktivitas harian, termasuk penerangan, pendinginan ruangan, sistem pendukung pelayanan, serta operasional fasilitas yang digunakan tamu.

Gangguan pasokan yang terjadi berulang dapat membuat pengelola harus menyesuaikan penggunaan energi, memastikan sumber daya cadangan siap digunakan dan memeriksa peralatan setelah aliran listrik kembali normal.

Risiko kerusakan peralatan juga menjadi perhatian. Perubahan pasokan atau terhentinya daya secara mendadak dapat mengganggu perangkat tertentu, bergantung pada jenis peralatan, sistem perlindungan dan kondisi instalasi. "Jika kerusakan terjadi, pengelola perlu mengeluarkan biaya pemeriksaan, perbaikan atau penggantian komponen," ujarnya.

Artinya, beban yang muncul tidak berhenti pada pembelian solar untuk genset. Hotel juga perlu menyiapkan biaya pemeliharaan dan perbaikan, sementara kegiatan operasional tetap harus berlangsung.

Di sisi lain, gangguan pasokan air menambah persoalan bagi usaha yang sangat bergantung pada ketersediaan air bersih. Hotel membutuhkan air untuk kamar mandi, kebersihan kamar, dapur, pencucian, sanitasi, dan berbagai layanan yang digunakan tamu.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kabut Asap di Kalimantan Tekan Aktivitas MICE dan Okupansi Hotel Balikpapan

Kabut Asap di Kalimantan Tekan Aktivitas MICE dan Okupansi Hotel Balikpapan

Kabut asap karhutla di Kalimantan berdampak pada penundaan agenda MICE di Balikpapan. Pelaku bisnis perhotelan mulai alami kerugian.

Okupansi Hotel Balikpapan Tertahan di 52 Persen, Ini Penyebabnya

Okupansi Hotel Balikpapan Tertahan di 52 Persen, Ini Penyebabnya

Okupansi hotel di Balikpapan tertahan di angka 52 persen akibat penundaan kegiatan korporasi. Simak faktor penyebab dan prospek akhir tahun.

Surganya Pencinta Makanan Bercita Rasa Kuat, Mercure Hotel Samarinda Hadirkan Claypot Series

Surganya Pencinta Makanan Bercita Rasa Kuat, Mercure Hotel Samarinda Hadirkan Claypot Series

Chef Akbar Tanjung hadirkan Claypot Series di Mercure Samarinda. Nikmati sensasi pedas Claypot Mapo Beef Tofu dan Buncis Szechuan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer