Usai 33 Tahun Mengabdi, Dokter Emil Justru Makin Aktif Berlari


KALTIMPOST.ID - Langkah kaki Emil tak berhenti meski masa pengabdiannya sebagai aparatur sipil negara (ASN) telah usai. Pagi diisi dengan berlari, sementara hari-harinya tetap produktif melalui praktik kedokteran. Di balik masa purnatugas yang tetap aktif, ada hak pensiun yang menjadi bagian dari perlindungan finansial melalui layanan TASPEN.
Pagi bagi Emil Bachtiar Moerad bukan waktu untuk berlama-lama menikmati kasur. Hampir setiap pagi, dokter spesialis pernapasan dan paru itu memilih mengenakan sepatu olahraga dan berlari.
Di tengah udara pagi, langkahnya menjadi bagian dari rutinitas yang terus dijaga sejak memasuki masa pensiun, 8 tahun lalu. Bukan sekadar mengisi waktu luang, olahraga menjadi caranya menjaga kesehatan agar tetap produktif di usia senja.
Bagi Emil, pensiun bukan berarti berhenti beraktivitas. Justru setelah tak lagi disibukkan dengan tugas sebagai aparatur sipil negara (ASN), ia memiliki keleluasaan untuk mengatur waktu. Kesempatan itu dimanfaatkan untuk menekuni olahraga yang sebelumnya bukan menjadi bagian rutin dari kesehariannya.
Baca Juga: Anggaran Turun, DPUPR-Pera Kaltim Prioritaskan Perbaikan 120 Km Jalan Rusak di Wilayah Utara
RITME BARU
Ketertarikannya pada lari bermula pada 2019, setahun setelah pensiun. Saat itu, ia merasa waktu luang setelah pensiun perlu diisi dengan kegiatan yang membuat tubuh tetap bergerak. Emil sempat mencoba berjalan kaki dan bersepeda sebelum akhirnya menemukan olahraga lari yang dirasa paling cocok.
Dari aktivitas sederhana tersebut, ia kemudian mulai mengikuti sejumlah ajang lari. Salah satu pengalaman yang berkesan adalah ketika menuntaskan half marathon di Bromo Marathon dengan waktu sekitar 4,5 jam pada 2019. Ia juga pernah mengikuti berbagai perlombaan di sejumlah kota, seperti Magelang, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Bandung, hingga Bali.
“Yang pertama merasa free,” kata Emil saat menceritakan perasaannya setelah pensiun, senyumnya mengembang. Kebebasan waktu itu tidak membuatnya memilih berhenti dari dunia kedokteran. Emil tetap menjalani praktik sebagai dokter spesialis pada hari kerja, Senin hingga Jumat. Aktivitas tersebut menjadi bagian penting dari kesehariannya sekaligus menjaga hubungan dengan pasien dan lingkungan profesi yang telah lama digelutinya.
Baca Juga: Kaltim Juara Umum MTQ Internasional di Sarawak Malaysia, Borong Gelar Juara Hafazan dan Tilawah
“Saya sudah ngomong dalam diri, saya harus tetap praktik,” ujar pria kelahiran 1953 tersebut. Baginya, praktik bukan hanya soal memperoleh penghasilan. Ada interaksi dengan pasien dan sesama tenaga medis yang membuat hari-harinya tetap bermakna. “Karena dengan praktik bukan hanya rezeki saja yang masuk, tapi bisa komunikasi sama orang,” tuturnya.
TETAP MENGABDI
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




