Warga RI Makin Rajin Menabung, Tapi Kondisi Ekonomi Justru Bikin Khawatir

KALTIMPOST.ID - Tabungan masyarakat Indonesia terus bertambah. Namun, kenaikan simpanan di perbankan ternyata belum tentu menjadi tanda bahwa kondisi keuangan seluruh warga semakin membaik. Di balik angka tabungan yang menembus Rp10.513 triliun, terdapat persoalan daya beli yang perlu mendapat perhatian.
Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menunjukkan total simpanan masyarakat di perbankan nasional tumbuh 8,65% secara tahunan (year-on-year/yoy) per September 2026. Pertumbuhan tersebut terjadi di seluruh kelompok saldo, mulai dari simpanan kecil hingga rekening dengan dana miliaran rupiah.
Meski demikian, pertumbuhan simpanan terbesar justru berasal dari kelompok masyarakat dengan saldo di atas Rp5 miliar. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai pemerataan kemampuan finansial masyarakat, terutama ketika kelompok menengah masih menghadapi tekanan biaya hidup.
Baca Juga: Power Window Mobil Mendadak Macet? Jangan Langsung ke Bengkel, Coba Cek Ini
Tabungan Orang Kaya Tumbuh Lebih Kencang
Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu mengungkapkan bahwa kenaikan simpanan terjadi di berbagai kelompok saldo. Berdasarkan catatan per September 2026, pertumbuhan tabungan kelompok bersaldo besar tercatat lebih tinggi dibandingkan sejumlah kelompok lainnya.
Berikut rincian pertumbuhan simpanan masyarakat berdasarkan kelompok saldo:
· Tabungan hingga Rp100 juta: tumbuh 7,15% secara tahunan.
· Tabungan Rp100 juta hingga Rp200 juta: tumbuh 5,8%.
· Tabungan Rp200 juta hingga Rp500 juta: naik 4,21%.
· Tabungan di atas Rp5 miliar: tumbuh 11,91%.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




