Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Aman Berkendara, Jaga si Buah Hati

Ulil Mu'Awanah • Jumat, 3 Mei 2024 | 15:00 WIB
WAJIB PERLENGKAPAN: Pembonceng dan pengendara memiliki risiko yang sama ketika berkendara sehingga, keduanya wajib menggunakan perlengkapan berkendara.
WAJIB PERLENGKAPAN: Pembonceng dan pengendara memiliki risiko yang sama ketika berkendara sehingga, keduanya wajib menggunakan perlengkapan berkendara.

 

BALIKPAPAN - Guna mendukung aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan mengantar anak ke sekolah membuat masyarakat banyak memilih menggunakan sepeda motor. Alasannya, kendaraan tersebut dinilai lebih praktis dan efisien, terlebih kondisi Balikpapan yang kian padat.

Kendati demikian, orangtua perlu memahami cara yang aman saat membonceng si buah hati agar selamat selama perjalanan. Safety Riding Officer Astra Motor Kaltim 1 Daniel Natanael Toghas menuturkan, biasanya orangtua membonceng anak di depan karena berbagai alasan sederhana. Misalnya, agar anak bisa menikmati pemandangan dan merasa senang saat duduk di depan.

Ada juga yang berpikir posisi anak di depan lebih aman dan mudah dikontrol saat tertidur.

"Jangan biasakan membonceng anak di depan. Pemikiran tersebut tidak benar. Bahkan, amat berbahaya bagi anak," ucap Daniel, Kamis (2/5).

Maka itu, Daniel memberi imbauan kepada orangtua supaya anak wajib menggunakan perlengkapan berkendara, karena pembonceng dan pengendara memiliki risiko yang sama. Sehingga, keduanya wajib menggunakan perlengkapan berkendara, seperti helm, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu.

Lalu, pastikan membonceng anak di belakang dengan posisi lurus dengan tubuh pengendara dan rapat, sehingga anak dapat memegang tubuh pengendara lebih baik dan meningkatkan keseimbangan saat berkendara.

Dalam ini, tangan anak sudah harus bisa memegang kuat pengendara. Pegangan yang kuat dapat mencegah keseimbangan anak terganggu ketika membonceng. Bisa juga ditambahkan sabuk pembonceng sehingga keseimbangan dan posisi anak dapat lebih terjaga.

Begitu pun posisi kaki sudah bisa menginjak pijakan kaki pembonceng, dan ingatkan anak tidak memainkan kakinya ketika membonceng, untuk mencegah potensi tersenggol kendaraan lain.

"Jangan lupa pula ketika berkendara dengan anak, perlu mengontrol kecepatan berkendara. Hal ini ditujukan untuk menghindari hal-hal tak diinginkan, seperti mencegah anak terpental ke belakang atau berguncang saat membuka gas, karena pegangan anak yang belum kuat, atau anak tidak siap terhadap pergerakan tiba-tiba sepeda motor," ungkapnya.

Lebih jauh lagi, juga untuk mencegah anak terlempar saat bermanuver atau menikung dengan kecepatan tinggi. Hal ini berpotensi terjadi karena kekuatan pegangan anak ke tubuh pengendara tidak akan sekuat orang dewasa. Dan lagi, saat menggunakan kecepatan tinggi, berpotensi untuk melakukan pengereman kuat yang akhirnya memberikan rasa tidak nyaman kepada anak.

Sebab, anak memiliki ketahanan fisik yang berbeda dengan orang dewasa, sehingga mereka tidak bisa diperlakukan sama. Mengatur waktu keberangkatan seperti berangkat lebih pagi untuk menghindari terik matahari akan dapat mengurangi ketidaknyamanan ketika berkendara.

Mengatur rute keberangkatan juga diperlukan sehingga terhindar dari kemacetan dan dapat sampai lebih cepat. Namun, pastikan rute tersebut aman, layak, dan tidak melanggar peraturan lalu lintas. Saat berkendara dengan anak juga perlu mengatur jarak perjalanan, sehingga bisa menentukan waktu istirahat yang baik untuk anak ketika berkendara.

Daniel pun mengingatkan, agar orangtua harus sering melakukan konfirmasi terhadap anak, apakah dia haus, mengantuk, capek, dan lainnya. Ketika sering melakukan konfirmasi, dapat menemukan masalah terhadap anak sedini mungkin, sehingga dapat mencegah terjadinya potensi bahaya.

"Anak-anak perlu diedukasi sedini mungkin tentang keselamatan berkendara dan rambu lalu lintas yang berlaku, sehingga mereka dapat memahami potensi bahaya di jalan raya. Cara paling mudah untuk edukasi usia dini, orangtua dapat mengikutkan anak-anak tercintanya belajar di Kids Traffic Park," kata Daniel.

”Setiap orangtua tentunya ingin anak selamat saat berboncengan di jalan raya. Sehingga, perhatian ekstra dan edukasi sejak dini diperlukan agar anak mendapat pengalaman berkendara yang aman dan menyenangkan bersama orangtuanya,” timpalnya. (rdh/k15)

Editor : Muhammad Ridhuan
#safety riding #honda