KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pada Februari 2025, total nilai ekspor nonmigas Kaltim ke 13 negara tujuan utama mencatatkan peningkatan signifikan sebesar 9,30 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Lonjakan itu memberikan harapan baru bagi pertumbuhan ekonomi Kaltim di tengah dinamika perdagangan global.
Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, nilai ekspor nonmigas ke 13 negara tujuan utama pada Februari 2025 mencapai USD 1.476,04 juta, naik USD 125,53 juta dari USD 1.350,51 juta pada Januari 2025.
Peningkatan didorong oleh performa ekspor yang kuat ke beberapa mitra dagang utama Kaltim. Salah satu fenomena menarik adalah munculnya Pakistan sebagai pasar ekspor yang sangat menjanjikan.
"Pada Februari 2025, Kaltim mencatatkan nilai ekspor nonmigas ke Pakistan sebesar USD 48,27 juta, padahal pada bulan sebelumnya tidak ada catatan ekspor ke negara tersebut," beber Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana.
Lompatan itu tentu menjadi angin segar dan membuka peluang pasar baru bagi produk-produk Kaltim. Selain Pakistan, dua mitra dagang tradisional Kaltim juga menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Ekspor nonmigas ke India naik sebesar USD 45,30 juta atau 19,61 persen, sementara ekspor ke Tiongkok juga tumbuh solid sebesar USD 43,30 juta atau 8,47 persen.
Kinerja positif dari India dan Tiongkok sebagai dua kekuatan ekonomi Asia tentu memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekspor nonmigas Kaltim.
Walau mencatatkan kenaikan yang menggembirakan pada Februari, secara kumulatif selama Januari–Februari 2025, nilai ekspor nonmigas Kaltim ke 13 negara tujuan utama masih mengalami penurunan.
"Sebesar 2,69 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya," sebut Yusniar.
Selama periode Januari–Februari 2025, Tiongkok masih mempertahankan posisinya sebagai negara tujuan ekspor utama nonmigas Kaltim. "Dengan nilai mencapai USD 1.065,21 juta atau berkontribusi sebesar 34,41 persen dari total ekspor nonmigas. Di urutan kedua, India menjadi pasar penting dengan nilai ekspor sebesar USD 507,34 juta (16,38 persen), diikuti oleh Filipina dengan nilai sebesar USD 266,19 juta (8,60 persen)," ungkapnya.
Secara regional, kawasan ASEAN menjadi pasar yang cukup signifikan bagi ekspor nonmigas Kaltim. Pada periode Januari–Februari 2025, total nilai ekspor nonmigas Kaltim ke negara-negara ASEAN mencapai USD 740,43 juta, dengan peranan sebesar 23,91 persen terhadap total ekspor nonmigas.
Sementara itu, nilai ekspor nonmigas ke kawasan Uni Eropa tercatat sebesar USD 11,50 juta dengan peranan yang relatif kecil, yakni hanya 0,37 persen terhadap total ekspor nonmigas Kaltim.
Data itu menunjukkan bahwa pasar Asia, terutama Tiongkok dan ASEAN, masih menjadi tulang punggung ekspor nonmigas Kaltim. Namun, munculnya Pakistan sebagai pasar baru yang potensial memberikan harapan akan diversifikasi pasar ekspor Kaltim di masa depan. (*)
Editor : Duito Susanto