Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pinjaman Online Kian Diminati Masyarakat Kalimantan, Penyaluran Tembus Rp1,34 Triliun, Jumlah Peminjam 772 Ribu Akun

Raden Roro Mira Budi Asih • Selasa, 10 Februari 2026 | 18:53 WIB
DIMINATI: Lembaga jasa keuangan P2P lending di Kalimantan catatkan penyaluran pinjaman hingga Rp1,34 triliun.
DIMINATI: Lembaga jasa keuangan P2P lending di Kalimantan catatkan penyaluran pinjaman hingga Rp1,34 triliun.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Industri perusahaan pembiayaan di Kalimantan terus menunjukkan pertumbuhan yang konsisten sepanjang 2025. Di tengah kebutuhan dana masyarakat dan dunia usaha, sektor tersebut menjadi salah satu penopang utama aktivitas ekonomi daerah.

Putang pembiayaan di Kalimantan mencapai Rp63,33 triliun pada Oktober 2025, meningkat dibandingkan posisi Desember 2024 yang senilai Rp62,02 triliun. Secara tahunan, piutang pembiayaan tumbuh 2,10 persen secara year to date (ytd).

Sementara itu, jumlah kontrak pembiayaan juga meningkat signifikan dengan pertumbuhan 33,33 persen secara ytd. Hingga Oktober 2025, jumlah kontrak tercatat mencapai 8,68 juta akun, naik dari 6,61 juta akun pada Desember 2024.

Koordinator Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Kalimantan Parjiman menyampaikan, pertumbuhan itu mencerminkan tingginya permintaan pembiayaan.

"Lembaga Jasa Keuangan berbasis teknologi yaitu peer to peer (P2P) lending terus melakukan penetrasi di Kalimantan, dengan nominal pinjaman dan penerima pinjaman yang terus meningkat," ujarnya baru-baru ini.

Pihaknya mencatat, penyaluran pinjaman P2P lending mencapai Rp1.346,99 miliar pada Agustus 2025, meningkat tajam dibandingkan Desember 2024 yang sebesar Rp1.073,02 miliar.

"Jumlah penerima pinjaman P2P lending pun terus bertambah, mencapai 772 ribu akun pada Agustus 2025 atau tumbuh 29,31 persen secara ytd. Sementara nominal pinjaman meningkat 25,53 persen secara ytd," paparnya.

Dia menilai, pertumbuhan perusahaan pembiayaan dan P2P Lending perlu diimbangi dengan penguatan pengawasan dan perlindungan konsumen agar risiko kredit tetap terkendali.

Dengan kinerja yang terus menguat, sektor pembiayaan di Kalimantan diharapkan mampu menjadi katalis pembiayaan inklusif yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#kalimantan #piutang #otoritas jasa keuangan #perusahaan pembiayaan #pinjaman online