Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Okupansi Tembus 92 Persen, SCP Perkuat Komposisi Tenant di Masa Renovasi

Raden Roro Mira Budi Asih • Kamis, 12 Februari 2026 | 05:00 WIB
EVENT: Sejak awal Februari pengelola memastikan atrium SCP selalu ada event yang digelar bergiliran. Apalagi menyambut momen seasonal seperti Imlek dan Ramadan.
EVENT: Sejak awal Februari pengelola memastikan atrium SCP selalu ada event yang digelar bergiliran. Apalagi menyambut momen seasonal seperti Imlek dan Ramadan.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Di balik proses peremajaan fisik yang masih berlangsung, Samarinda Central Plaza (SCP) mencatat capaian penting dari sisi bisnis.

Tingkat keterisian tenant atau okupansi mal tersebut saat ini telah mencapai sekitar 92 persen, menandakan aktivitas usaha tetap berjalan aktif meski renovasi dilakukan secara bertahap.

Renovasi SCP dimulai sejak Juli 2025 dan dirancang dari lantai paling atas hingga ke lantai bawah. Pendekatan tersebut memungkinkan pengelola tetap menjaga keseimbangan antara pengerjaan fisik dan keberlangsungan tenant.

Penutupan gerai dilakukan sementara dan bergiliran, mengikuti jalur renovasi yang telah ditetapkan.

“Tenant yang tutup itu sifatnya sementara dan bergantian. Jadi bukan karena keluar, tapi memang mengikuti proses renovasi. Jadi kayak ada tiga tenant tutup di lantai 1 karena proses renovasi, tapi nanti buka setelah selesai areanya direnovasi,” ujar Supervisor Marketing Communication (SPV Marcom) SCP, Yolanda Widyanti Susilo.

Di tengah proses tersebut, SCP justru bersiap menyambut tenant baru. Dua merek internasional, Adidas dan Converse dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir Februari. Keduanya akan menempati area upper ground yang telah lebih dahulu selesai direnovasi.

Dari sisi komposisi usaha, sektor kuliner saat ini menjadi salah satu penopang utama aktivitas mal. Tenant makanan dipastikan tetap beroperasi hingga Lebaran karena area tersebut belum masuk tahap pengerjaan renovasi. Hal tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga denyut kunjungan, terutama menjelang Ramadan.

Selain kuliner, pengelola juga menata ulang variasi tenant secara selektif. Meski masih terdapat beberapa unit kosong, pengisian dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar dan konsep jangka panjang mal. Tidak semua ruang langsung diisi, melainkan disesuaikan dengan arah pengembangan SCP ke depan.

“Kami pilah tenant yang masuk. Jadi bukan sekadar mengisi, tapi menyesuaikan dengan konsep dan keberagaman yang ingin dibangun. Untuk komposisi, antara kuliner dan non-kuliner itu 50:50,” ujar Lola.

Menurutnya, perilaku belanja pengunjung juga menjadi pertimbangan. Ada konsumen yang datang dengan tujuan belanja tertentu, namun tidak sedikit yang baru memutuskan membeli setelah berkeliling.

Komposisi tenant yang seimbang antara kebutuhan harian, gaya hidup, dan hiburan dinilai penting untuk menjangkau kedua tipe pengunjung tersebut.

Ke depan, SCP akan terus mendatangkan tenant baru seiring progres renovasi. Dengan okupansi yang sudah di atas 90 persen, pengelola optimistis peremajaan tidak hanya mengubah tampilan fisik, tetapi juga memperkuat posisi SCP sebagai pusat aktivitas ekonomi dan gaya hidup di Samarinda. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#SCP #renovasi #okupansi #keterisian tenant