Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Konsumsi Domestik Topang Pertumbuhan Ekonomi pada 2025, Kontribusinya Segini

Ulil Mu'Awanah • Jumat, 20 Februari 2026 | 18:55 WIB
STABIL: Para ekonom memaparkan kinerja ekonomi Indonesia sepanjang 2025 dalam kegiatan Media Briefing PIER Economic Review 2025 oleh Permata Bank melalui zoom meeting, Jumat (20/2).
STABIL: Para ekonom memaparkan kinerja ekonomi Indonesia sepanjang 2025 dalam kegiatan Media Briefing PIER Economic Review 2025 oleh Permata Bank melalui zoom meeting, Jumat (20/2).

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Kinerja ekonomi Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah tekanan global. Salah satunya didorong oleh permintaan domestik yang tetap solid, terutama konsumsi rumah tangga.

Permata Institute for Economic Research (PIER) mencatat pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) mencapai 5,11 persen secara tahunan, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 5,03 persen.

Momentum penguatan ini terlihat pada triwulan IV 2025 yang tumbuh 5,39 persen, menjadi laju tertinggi sejak pertengahan 2022.

Aktivitas belanja masyarakat yang meningkat seiring tingginya mobilitas pada periode libur Natal dan Tahun Baru menjadi penyebab utama. Didukung distribusi bantuan sosial pemerintah pada akhir tahun.

Chief Economist Permata Bank Josua Pardede mengatakan capaian di atas 5 persen menunjukkan fondasi ekonomi yang semakin seimbang.

“Pertumbuhan 2025 menegaskan permintaan domestik masih menjadi jangkar utama. Stabilitas daya beli masyarakat menjadi faktor penting yang menjaga momentum ekonomi,” ucapnya Josua dalam kegiatan Media Briefing PIER Economic Review 2025 oleh Permata Bank melalui zoom meeting, Jumat (20/2).

Sepanjang 2025, konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh 4,98 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Pada triwulan IV saja, konsumsi meningkat 5,11 persen secara tahunan.

Kondisi ini mencerminkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi tekanan harga dan ketidakpastian global.

Di sisi lain, belanja pemerintah juga memberikan kontribusi baik meski pertumbuhannya melambat secara tahunan menjadi 2,50 persen akibat tingginya basis belanja pada tahun politik sebelumnya. Namun secara triwulanan, belanja pemerintah tetap tumbuh 4,55 persen, menunjukkan peran fiskal masih relevan dalam menjaga aktivitas ekonomi.

Menurut Josua, menjaga stabilitas makroekonomi menjadi kunci keberlanjutan pertumbuhan. "Koordinasi kebijakan fiskal dan moneter perlu terus diperkuat agar konsumsi domestik tetap menjadi motor penggerak ekonomi pada 2026," lanjutnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat kinerja ekonomi Indonesia pada Kuartal IV-2025 tumbuh sebesar 5,39 persen secara tahunan (yoy). Capaian ini menjadi pertumbuhan ekonomi Kuartal IV-2025 tertinggi sejak Indonesia dilanda pandemi Covid-19.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, berdasarkan besaran PDB, ekonomi Indonesia pada Kuartal IV-2025 atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp 6.147,2 triliun. Sementara atas dasar harga konstan PDB mencapai Rp 3.474,5 triliun.

“Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia Triwulan IV-2025 bila dibandingkan dengan Triwulan IV-2024 mengalami pertumbuhan 5,39 persen,” ujarnya.

Amalia menyebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal IV-2025 sebesar 5,39 persen menjadi yang tertinggi pasca pandemi Covid-19. Pasalnya, pada 2021 ekonomi RI tercatat sebesar 5,03 persen, 2022 sebesar 5,01 persen, 2023 sebesar 5,04 persen, dan 2024 sebesar 5,02 persen.

Dari sisi pengeluaran, lanjut Amalia, pada Kuartal IV-2025 secara year on year (yoy) seluruh komponen mengalami pertumbuhan positif. Komponen pengeluaran yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB dari sisi pengeluaran adalah konsumsi rumah tangga dengan kontribusi sebesar 53,63 persen.

Ia mengatakan, konsumsi rumah tangga ini tumbuh sebesar 5,11 persen pada Kuartal IV-2025. Adapun komponen berikutnya adalah investasi PMTB dengan kontribusi 30,02 persen dan pertumbuhannya sebesar 6,12 persen pada Kuartal IV-2025.

Sedangkan jika dilihat dari sumber pertumbuhannya, pada Kuartal IV-2025, konsumsi rumah tangga masih menjadi sumber pertumbuhan terbesar yaitu dengan memberikan sumbangan sebesar 2,68 persen basis poin.

"Selain itu, pertumbuhan ekonomi Kuartal IV-2025 ditopang oleh komponen PMTB dengan sumber pertumbuhan sebesar 1,96 persen dan konsumsi pemerintah dengan sumber pertumbuhan 0,43 persen," tukasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#pertumbuhan ekonomi #konsumsi rumah tangga #daya beli #indonesia #tekanan global