Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Investasi Mesin dan Ekspansi Usaha Dorong Optimisme Ekonomi Tahun Ini

Ulil Mu'Awanah • Selasa, 24 Februari 2026 | 20:10 WIB

Chief Economist Permata Bank Josua Pardede.
Chief Economist Permata Bank Josua Pardede.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Dunia usaha mulai menunjukkan kepercayaan yang lebih kuat terhadap prospek ekonomi nasional. Hal ini tercermin dari peningkatan investasi, khususnya pada pembelian mesin dan peralatan produksi sepanjang 2025.

Data analisis Permata Institute for Economic Research (PIER) menunjukkan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) tumbuh 6,12 persen pada triwulan IV 2025. Angka ini meningkat dari 5,04 persen pada triwulan sebelumnya.

Secara keseluruhan, investasi tahunan mencapai 5,09 persen, naik dibandingkan 4,61 persen pada 2024. Chief Economist Permata Bank Josua Pardede menjelaskan, lonjakan investasi menjadi sinyal positif bagi ekspansi industri.

“Investasi mesin dan peralatan menunjukkan pelaku usaha mulai meningkatkan kapasitas produksi untuk mengantisipasi permintaan ke depan,” katanya baru-baru ini.

Menurutnya, peningkatan investasi tidak hanya mencerminkan optimisme dunia usaha, tetapi juga kesiapan sektor riil dalam memanfaatkan peluang pasar yang membaik. Industri pengolahan tercatat sebagai penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi dengan ekspansi 5,30 persen sepanjang tahun.

Sektor perdagangan juga menguat hingga 6,10 persen pada triwulan IV, didorong stabilnya permintaan domestik serta pemulihan aktivitas perdagangan otomotif. Aktivitas logistik dan jasa transportasi turut mengalami peningkatan signifikan seiring mobilitas masyarakat yang semakin tinggi.

Meski demikian, Josua mengingatkan bahwa keberlanjutan investasi sangat bergantung pada stabilitas pembiayaan dan kondisi pasar keuangan. PIER menilai tren investasi ini berpotensi menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi 2026, selama kebijakan domestik mampu menjaga iklim usaha tetap kondusif.

“Kondisi suku bunga global yang mulai menurun secara bertahap menjadi peluang, namun stabilitas nilai tukar tetap perlu dijaga,” jelasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#dunia usaha #prospek ekonomi #Peningkatan Investasi #investasi