KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) antarwilayah di Kalimantan Timur pada awal 2026 menunjukkan dinamika yang beragam.
Beberapa daerah mencatat lonjakan kunjungan cukup tinggi, sementara wilayah lain justru mengalami penurunan jumlah perjalanan.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat, jika dirinci berdasarkan kabupaten/kota tujuan, pertumbuhan perjalanan wisnus tertinggi pada Januari 2026 dibandingkan Desember 2025 terjadi di Penajam Paser Utara (PPU) yakni 12,26 persen. Dari 108.472 kunjungan pada Desember 2025 menjadi 121.768 kunjungan pada Januari.
Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai mengatakan daerah tersebut mencatat peningkatan paling signifikan dalam pergerakan wisatawan domestik. Selain PPU, beberapa daerah lain juga mencatat peningkatan kunjungan wisatawan domestik pada periode yang sama.
Kutai Barat menempati posisi berikutnya dengan kenaikan 8,85 persen atau dari 44.998 menjadi 48.979 perjalanan.
Selanjutnya disusul Kutai Kartanegara yang tumbuh 8,58 persen serta Berau dengan peningkatan 7,87 persen. Adapun Mahakam Ulu mencatat kenaikan 5,20 persen dan Kutai Timur 4,60 persen.
Di sisi lain, beberapa kota besar justru mencatat penurunan jumlah perjalanan wisatawan domestik jika dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan paling besar terjadi di Samarinda.
“Wilayah yang mengalami penurunan perjalanan wisnus antara lain Samarinda 10,87 persen, Balikpapan 4,96 persen, Bontang 4,32 persen, dan Paser 2,37 persen,” terangnya.
Mas’ud menambahkan, jika dilihat secara kumulatif sepanjang Januari 2026 berdasarkan daerah tujuan, Penajam Paser Utara tetap menjadi wilayah dengan pertumbuhan kunjungan wisatawan domestik tertinggi di Kaltim.
“Secara kumulatif, Penajam Paser Utara tercatat sebagai kabupaten dengan pertumbuhan perjalanan wisnus tertinggi yaitu 15,98 persen,” ungkapnya.
Setelah PPU, beberapa daerah lain juga mencatat pertumbuhan yang cukup positif. Berau menempati posisi berikutnya dengan kenaikan 7,53 persen, diikuti Bontang sebesar 5,66 persen. Kemudian Kabupaten Mahakam Ulu mencatat pertumbuhan 3,26 persen, disusul Kutai Timur sebesar 2,53 persen dan Paser 1,13 persen.
Namun demikian, tidak semua daerah mengalami pertumbuhan kunjungan wisatawan domestik. Sejumlah wilayah justru mencatat kontraksi jumlah perjalanan wisnus sepanjang periode tersebut.
Penurunan terbesar terjadi di Balikpapan dengan kontraksi 5,22 persen. Selain itu, Samarinda juga mencatat penurunan 4,98 persen. “Daerah lain yang mengalami penurunan perjalanan wisnus yaitu Kutai Kartanegara 1,43 persen dan Kutai Barat 0,20 persen,” tutup Mas’ud. (*)
Editor : Duito Susanto