KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Sektor industri pengolahan di Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan kinerja positif pada penghujung 2025. Pada triwulan IV 2025, sektor ini mencatat pertumbuhan 13,89 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Jajang Hermawan mengatakan, angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya yang berada di level 13,46 persen (yoy).
“Lapangan usaha industri pengolahan pada triwulan IV 2025 tumbuh 13,89 persen secara yoy,” ujarnya.
Menurut Jajang, pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh aktivitas pengolahan minyak dan gas yang masih mencatatkan kinerja tinggi setelah selesainya proses peremajaan atau revamp kilang refinery migas.
“Kinerja industri pengolahan pada triwulan IV 2025 ditopang utamanya oleh pengolahan migas yang masih tumbuh tinggi secara yoy pasca selesainya revamp kilang refinery migas,” jelasnya.
Peningkatan aktivitas pengolahan juga tercermin dari meningkatnya kebutuhan bahan baku. Hal itu terlihat dari lonjakan impor minyak mentah yang meningkat signifikan sepanjang periode laporan.
Dari sisi pembiayaan, sektor perbankan juga memberikan dukungan terhadap ekspansi industri pengolahan di Kaltim. Penyaluran kredit ke sektor tersebut tercatat masih tumbuh cukup tinggi hingga akhir 2025.
Menurut Jajang, pertumbuhan kredit tersebut menunjukkan adanya peningkatan kebutuhan modal kerja dan investasi dari pelaku usaha untuk memperluas kapasitas produksi.
Baca Juga: Pasar Batik Kaltim Lesu Jelang Lebaran, Perajin Keluhkan Daya Beli
“Kredit industri pengolahan secara nominal tetap tumbuh cukup tinggi 12,08 persen secara yoy pada akhir 2025,” katanya.
Meski demikian, tidak seluruh subsektor industri pengolahan mengalami kinerja positif. Industri pengolahan minyak kelapa sawit (CPO) masih menghadapi tantangan dari sisi pasokan bahan baku.
Kondisi tersebut berdampak pada kinerja ekspor komoditas sawit yang belum sepenuhnya pulih sepanjang triwulan IV 2025.
“Kinerja industri pengolahan CPO masih tertahan di triwulan IV 2025 karena terbatasnya input produksi,” ungkapnya.
Secara umum, sektor industri pengolahan di Kaltim dinilai tetap solid pada akhir tahun lalu. Peningkatan kapasitas produksi, dukungan pembiayaan, serta keberlanjutan aktivitas industri menjadi faktor utama yang menopang pertumbuhan sektor ini.
“Secara keseluruhan kinerja industri pengolahan pada triwulan IV 2025 tetap kuat dan tumbuh lebih tinggi,” pungkas Jajang. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo