KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kinerja ekspor Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan penguatan pada triwulan IV 2025. Peningkatan ditopang oleh perbaikan permintaan global, khususnya untuk komoditas batu bara yang kembali mencatatkan tren positif.
Komponen ekspor Kaltim pada triwulan IV 2025 tumbuh 5,62 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan capaian triwulan III 2025 yakni 5,53 persen (yoy).
Peningkatan tersebut didorong oleh perbaikan volume ekspor luar negeri yang kembali tumbuh positif. Secara keseluruhan, volume ekspor tercatat meningkat tipis, namun cukup memberikan dorongan terhadap kinerja ekspor daerah.
“Peningkatan komponen ekspor didorong oleh perbaikan total volume ekspor luar negeri sebesar 0,83 persen (yoy),” jelas Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Jajang Hermawan.
Menurut Jajang, penguatan volume ekspor terutama berasal dari komoditas batu bara yang kembali mencatatkan pertumbuhan setelah sempat terkontraksi pada periode sebelumnya.
“Total volume ekspor batu bara di triwulan IV 2025 tumbuh menjadi 0,26 persen (yoy), jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang terkontraksi 1,29 persen (yoy),” katanya.
Permintaan batu bara dari negara mitra dagang utama seperti India dan Tiongkok menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan ekspor pada periode laporan.
Selain faktor permintaan, kenaikan harga batu bara di pasar global juga turut memperkuat kinerja ekspor. Swhingga memberikan insentif bagi peningkatan produksi dan pengiriman komoditas tersebut dari Kaltim. “Peningkatan volume ekspor dan produksi batu bara juga didorong oleh perbaikan harga batu bara acuan yang tumbuh 18,26 persen (yoy),” jelasnya.
Namun demikian, kinerja ekspor secara keseluruhan masih tertahan oleh penurunan pada sektor minyak dan gas (migas). Pada triwulan IV 2025, ekspor migas tercatat mengalami kontraksi cukup dalam. “Di sisi lain, ekspor migas Kaltim terkontraksi 33,33 persen (yoy) dan menahan pertumbuhan lebih lanjut pada komponen ekspor,” tutupnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo