KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Di tengah penurunan aktivitas kapal, terdapat fenomena menarik pada angkutan laut luar negeri di Balikpapan. Volume barang yang dibongkar justru mengalami lonjakan signifikan pada Januari 2026, mencapai 14.739 ton.
Angka ini meningkat drastis 525,06 persen dibandingkan Desember 2025 dan naik 158,17 persen dibandingkan Januari 2025.
Namun, kondisi berbeda terjadi pada aktivitas muat barang luar negeri. Volume barang yang dimuat hanya mencapai 1.181 ton, meskipun mengalami kenaikan sangat tinggi secara persentase dibandingkan bulan sebelumnya.
Secara keseluruhan, total barang luar negeri tercatat sebesar 15.920 ton, meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya. "Lonjakan ini menunjukkan adanya perubahan pola arus barang, meskipun jumlah kapal yang berkunjung justru menurun," kata Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama.
Berkaitan itu, dirinya menjelaskan bahwa fenomena ini mengindikasikan konsentrasi muatan pada kapal tertentu. “Kenaikan volume bongkar barang luar negeri di tengah penurunan jumlah kapal menunjukkan bahwa muatan cenderung terpusat pada kapal dengan kapasitas lebih besar,” lanjutnya.
Menurutnya, kondisi ini juga bisa mencerminkan efisiensi dalam sistem logistik. “Pelaku usaha mungkin mengoptimalkan penggunaan kapal dengan kapasitas besar untuk menekan biaya distribusi,” tambahnya.
Namun demikian, ketimpangan antara jumlah kapal dan volume barang tetap menjadi perhatian. Hal ini dapat berdampak pada fleksibilitas distribusi dan ketahanan logistik. Marinda menilai bahwa tren ini perlu dicermati lebih lanjut.
Dengan dinamika ini, sektor logistik di Balikpapan menunjukkan adanya transformasi, baik dari sisi efisiensi maupun pola distribusi barang, yang akan menjadi faktor penting dalam perkembangan ekonomi ke depan.
“Perlu dilihat apakah ini merupakan strategi jangka panjang atau hanya kondisi sementara akibat penyesuaian pasar,” ujarnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo