Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Tren Wisata di Kaltim Bergeser ke Camping dan Kunjungan ke IKN

Raden Roro Mira Budi Asih • Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:23 WIB

PENGALAMAN BARU: Pola wisata berbeda tampak pada musim libur lebaran 2026. Jika pada 2025 kebanyakan adalah pengunjung pulang hari, tahun ini kebanyakan memilih berkemah atau menginap.
PENGALAMAN BARU: Pola wisata berbeda tampak pada musim libur lebaran 2026. Jika pada 2025 kebanyakan adalah pengunjung pulang hari, tahun ini kebanyakan memilih berkemah atau menginap.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kunjungan wisata di Pantai Panrita Lopi selama momen libur Lebaran tahun ini terbilang stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, terjadi pergeseran tren preferensi wisatawan, baik dari sisi asal pengunjung maupun pola berlibur.

Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Kutai Kartanegara, Ahmad yang akrab disapa Daeng Lompo mengungkapkan total kunjungan ke Pantai Panrita Lopi mencapai sekitar 4.000 orang sejak hari pertama hingga hari keempat lebaran.

Meski angka kunjungan tidak mengalami lonjakan signifikan, komposisi wisatawan mengalami perubahan. Dia menyebut, pasar pengunjung dari Samarinda justru menurun, sementara wisatawan dari Kutai Timur dan Bontang mendominasi.

Menurut Daeng Lompo, salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah munculnya alternatif destinasi baru yang kini banyak diminati, seperti kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Wisatawan cenderung memilih berkunjung ke IKN karena daya tariknya yang masih baru dan tidak dikenakan biaya masuk.

“Sekarang tren orang banyak memilih ke IKN, apalagi gratis, jadi itu cukup berpengaruh. Biasanya banyak pengunjung Samarinda, tahun ini agak turun. Saya lihat mereka pada ke IKN,” katanya.

Di sisi lain, pola berwisata juga mengalami perubahan cukup mencolok. Jika sebelumnya didominasi kunjungan pulang-pergi dalam sehari, tahun ini wisatawan lebih memilih untuk menginap dengan konsep berkemah.

“Kalau tahun sebelumnya banyak yang pulang hari, sekarang justru tren camping yang meningkat. Dalam satu malam bisa di atas 600 orang yang camping,” ungkapnya.

Dia menambahkan, mayoritas pengunjung yang datang merupakan keluarga yang memanfaatkan libur lebaran untuk berwisata bersama. Aktivitas berkemah dinilai lebih menarik karena memberikan pengalaman berbeda. “Memang sekarang orang sengaja datang untuk camping, menikmati suasana. Jadi kunjungan pulang hari justru lebih sedikit,” tambahnya.

Untuk mendukung kenyamanan pengunjung, pengelola Pantai Panrita Lopi juga terus melakukan pembenahan fasilitas. Sejumlah sarana seperti MCK telah ditambah, termasuk kehadiran kafe dan spot foto yang menjadi daya tarik baru. Tak hanya itu, hiburan juga disiapkan untuk menambah pengalaman wisatawan, terutama pada malam hari.

“Ada hiburan musik, karaoke, dan band yang tampil setiap malam untuk pengunjung,” jelasnya. Daeng Lompo mengakui, preferensi wisatawan saat ini semakin sulit diprediksi dan terus berubah dari tahun ke tahun. Namun, pihaknya tetap berupaya menyesuaikan diri dengan tren yang ada agar destinasi tetap diminati.

“Preferensi berlibur sekarang memang tidak bisa ditebak. Tahun lalu pulang hari yang banyak, sekarang justru camping yang meningkat,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#camping #kunjungan ke IKN #kunjungan wisata #libur lebaran #Pantai Panrita Lopi #tren wisata