
KALTIMPOST.ID, MONTEVIDO - Kartu kuning dan merah tak lagi harus berbentuk plastik. Keduanya kini bisa ditampilkan secara digital melalui layar gawai. Inovasi tersebut digunakan saat Nacional menghadapi Rentistas pada babak 16 besar Copa Uruguay di Montevideo, pertengahan Oktober lalu.
Wasit Eduardo Varela menggunakan perangkat tersebut untuk pertama kalinya saat memberikan kartu kuning kepada pemain Rentistas, Juan Pablo Plada, pada menit ke-12. Gawai yang sama juga digunakan untuk mengeluarkan kartu merah bagi pemain Nacional, Nahuel Gelos, pada menit ke-89.
Momen itu kemudian viral di media sosial. Sejumlah warganet mempertanyakan kegunaan inovasi tersebut. “Teknologi sepak bola paling tidak berguna sepanjang masa,” sindir seorang warganet di akun X, seperti dikutip The Sun.
Baca Juga: Gelar Fuso Campaign 2026, PT MBS Perkuat Kemitraan dan Kuasai 55 Persen Market Share di Kaltim
Perangkat itu dikembangkan oleh perusahaan teknologi lokal, REFe. Bentuknya dilengkapi dua tombol fisik, masing-masing berwarna kuning dan merah. Ketika salah satu tombol ditekan, layar akan menyala dan menampilkan warna kartu yang dipilih. Wasit kemudian memilih nomor punggung pemain melalui layar sentuh.
Selain digunakan untuk memberikan kartu, perangkat tersebut dirancang untuk membantu pencatatan data pertandingan. Informasi yang dapat dicatat meliputi gol, pergantian pemain, dan hukuman yang diberikan wasit.
Meski demikian, belum ada kepastian apakah Asosiasi Sepak Bola Uruguay (AUF) akan menerapkan teknologi tersebut secara permanen dalam pertandingan resmi. (*)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


