
KALTIMPOST.ID, MILAN - AC Milan dan Juventus mengalami hari buruk pada giornata kesembilan Serie A, Kamis (29/10). Kedua raksasa Italia ini secara mengejutkan menelan kekalahan dan memperlihatkan kerentanan pada lini pertahanan mereka.
AC Milan menyerah dengan skor 2-4 saat menjamu Bologna di Stadio San Siro. Hasil ini sekaligus menghentikan catatan tidak terkalahkan Rossoneri dalam delapan pertandingan awal musim.
Nasib serupa dialami Juventus saat bertandang ke markas Genoa di Stadio Luigi Ferraris. Bianconeri takluk dua gol tanpa balas, sebuah catatan yang menambah penderitaan dengan total sepuluh kali kebobolan dalam sembilan laga.
Kiper AC Milan, Mike Maignan, mengakui bahwa filosofi permainan yang diusung pelatih Ruben Amorim memiliki konsekuensi tersendiri. "Kami perlu memperbaiki aspek ini. Musim ini kami lebih banyak menguasai bola sehingga lebih rentan terhadap serangan balik dari lawan," kata Maignan kepada DAZN.
Di kubu Juventus, perubahan formasi 3-4-2-1 yang diterapkan Luciano Spalletti menjadi sorotan. Namun, gelandang Weston McKennie menolak menyalahkan taktik sebagai penyebab utama.
"Taktik memang membantu, tapi berlari lima atau sepuluh meter lebih jauh-lah yang membuat perbedaan. Jadi, bukan karena taktiknya," ujar pemain timnas Amerika Serikat itu kepada Sky Sport Italia.
Kekalahan ini menjadi sinyal bahaya bagi kedua tim menjelang laga besar. AC Milan dijadwalkan menghadapi Inter Milan dalam Derby della Madonnina pada Minggu (1/11).
Gelandang AC Milan, Luka Modric, berharap timnya segera bangkit. "Aku berharap mereka yang di tribun maupun kami yang di lapangan, semua akan berada di level tertinggi," ujarnya kepada Telelombardia.
Sementara itu, Juventus akan menghadapi laga emosional melawan SSC Napoli di Allianz Stadium pada Senin (2/11). Pertandingan ini akan menjadi ajang adu taktik antara Luciano Spalletti melawan mantan tim asuhannya yang kini ditangani Massimiliano Allegri. (*)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





