AFC mengumumkan, Indonesia sebagai salah satu negara yang mengajukan penawaran resmi untuk menyelenggarakan turnamen sepak bola paling bergengsi di Asia tersebut, Rabu (4/2/2026).
Indonesia maju sebagai tuan rumah tunggal dan akan bersaing dengan Australia, India, Korea Selatan, serta Kuwait.
Selain itu, terdapat skema tuan rumah bersama yang diajukan oleh Kirgistan, Tajikistan, dan Uzbekistan.
Uni Emirat Arab dipastikan menarik diri dari proses pencalonan. Secara keseluruhan, terdapat enam proposal dari delapan negara.
Presiden AFC Shaikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa menyatakan bahwa proses penentuan tuan rumah akan dibahas dalam Kongres AFC ke-35 yang dijadwalkan berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia.
AFC juga memberikan tenggat waktu hingga 30 Juni 2026 kepada seluruh kandidat untuk menyerahkan dokumen bidding lengkap.
Menurut Scoop yang dilansir dari sportdetik.com, Sekjen AFC Datuk Seri Windsor Paul John menyatakan, sejumlah stadion berstandar internasional telah disiapkan dalam proposal Indonesia.
Di antaranya, Stadion Utama Gelora Bung Karno dan Jakarta International Stadium di Jakarta, Stadion Gelora Bung Tomo di Surabaya, serta Stadion Utama Sumatra Utara di Medan.
Dari berhasil mengalahkan para kandidat tuan rumah Piala Asia 2031, Indonesia berpotensi meraih keuntungan besar di berbagai sektor.
Dari sisi infrastruktur, penyelenggaraan Piala Asia akan mendorong percepatan renovasi dan modernisasi stadion di berbagai daerah, termasuk peningkatan kualitas rumput, pencahayaan, keamanan, serta aksesibilitas.
Konektivitas transportasi menuju stadion juga berpotensi ditingkatkan dan menjadi warisan jangka panjang.
Dari sisi ekonomi dan pariwisata, ribuan suporter dari seluruh Asia diperkirakan datang ke Indonesia, mendorong okupansi hotel, konsumsi wisata, serta membuka peluang besar bagi UMKM dan ekonomi kreatif lokal.
Ajang ini juga berpotensi meningkatkan kepercayaan investor asing terhadap stabilitas dan kapasitas manajerial Indonesia.
Pada level diplomasi olahraga, keberhasilan menjadi tuan rumah akan memperkuat citra Indonesia di mata internasional dan menghapus stigma negatif sepak bola nasional di masa lalu.
Hal ini sekaligus memperkuat posisi tawar Indonesia di AFC dan FIFA untuk membidik agenda yang lebih besar di masa depan.
Sementara dari aspek teknis, Timnas Indonesia akan lolos otomatis ke putaran final Piala Asia 2031 tanpa harus menjalani babak kualifikasi.
Bermain di kandang sendiri dengan dukungan penuh suporter juga diyakini memberikan keuntungan psikologis signifikan bagi Tim Garuda. (*)
Editor : Almasrifah