KALTIMPOST.ID – Pep Guardiola cuma bisa geleng-geleng kepala. Manchester City kembali tersingkir dari Liga Champions UEFA oleh Real Madrid. Ini kali ketiga beruntun.
Kartu merah untuk Bernardo Silva di awal laga mengubah segalanya. Baru 22 menit, City sudah harus main dengan 10 orang. Misi comeback langsung berat.
“Sudah kalah agregat, lalu main 10 lawan 11. Mustahil,” kata Guardiola.
City datang dengan beban usai kalah 0-3 di leg pertama. Tapi harapan belum benar-benar mati, sampai kartu merah itu datang.
Guardiola merasa timnya tidak mendapat kesempatan bertarung secara adil.
“Saya ingin 180 menit penuh, 11 lawan 11. Itu saja,” ucapnya.
Main timpang lebih dari 70 menit jelas bukan skenario ideal, apalagi saat tertinggal jauh.
Meski kecewa, Guardiola tak mau larut. Dia menyebut skuadnya sedang dalam fase regenerasi.
Banyak pemain baru, butuh jam terbang.
“Musim depan kami kembali,” tegasnya.
Saat ditanya soal masa depannya, Guardiola santai saja.
“Pensiun? Mungkin 10 tahun lagi,” ujarnya sambil tersenyum.
Fokus ke Final
City tak punya banyak waktu meratapi hasil ini. Masih ada final domestik Carabao Cup dan perburuan posisi di liga.
Guardiola minta timnya tetap tancap gas untuk dua kompetisi tersebut.
“Kami harus selesai dengan baik,” tandasnya.
Editor : Thomas Priyandoko