KALTIMPOST.ID - Memori kelam tahun 1958 kembali menghantui Italia jelang laga krusial menghadapi Irlandia Utara.
Enam puluh delapan tahun lalu, Italia harus mengakui keunggulan Irlandia Utara dengan skor 1-2 di Windsor Park, Belfast. Kekalahan itu memastikan Gli Azzurri gagal lolos ke Piala Dunia 1958, menjadi kegagalan pertama sejak edisi 1938.
Dampaknya sangat besar. Presiden federasi saat itu, Ottorino Barassi, dicopot. Tim dibongkar, banyak pemain tak lagi dipanggil, dan pelatih Alfredo Foni hanya bertahan satu pertandingan sebelum dipecat.
Kini, bayang-bayang sejarah itu kembali mencuat. Italia akan menghadapi Irlandia Utara di New Balance Arena, Bergamo, Jumat (27/3) dini hari pukul 03.45 Wita.
Baca Juga: Antoine Griezmann Tinggalkan Atletico, Resmi Gabung Orlando City di MLS
Pertandingan ini menjadi semifinal playoff kualifikasi Piala Dunia 2026 zona UEFA. Artinya, hasil laga akan sangat menentukan nasib Italia menuju putaran final.
Berbeda dengan 1958, kali ini Italia bermain di kandang sendiri. Dukungan publik Bergamo menjadi keuntungan bagi tim asuhan Gennaro Gattuso.
“Kami percaya bisa melaluinya,” ujar striker Italia, Gianluca Scamacca, yang juga bermain untuk Atalanta dan terbiasa dengan atmosfer stadion tersebut.
Gattuso menegaskan, seluruh pemain memahami betapa pentingnya pertandingan ini. Ia tidak ingin Italia kembali gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun, setelah absen pada 2018 dan 2022.
“Semua pemain menyadari apa yang kami perjuangkan dan betapa pentingnya pertandingan ini. Saya mengingatkan mereka setiap hari,” ujar Gattuso.
Secara materi pemain, Italia di atas Irlandia Utara. Namun, Gattuso tetap mengingatkan timnya untuk tidak lengah.
“Kami harus waspada. Mereka mungkin tidak punya banyak kualitas, tetapi punya semangat juang tinggi dan berbahaya dalam situasi bola mati,” jelasnya.
Persiapan Italia jelang laga ini juga tidak sepenuhnya ideal. Sejumlah pemain inti masih dibekap cedera.
Bek Inter Milan, Alessandro Bastoni, masih dalam pemulihan cedera pergelangan kaki. Gelandang Newcastle United, Sandro Tonali, diragukan tampil akibat cedera pangkal paha.
Sementara itu, Gianluca Scamacca masih dipantau kondisinya, dan Federico Chiesa tidak masuk skuad karena belum cukup bugar.
Di tengah kondisi tersebut, kabar baik datang dari bek Arsenal, Riccardo Calafiori. Ia dipastikan siap tampil setelah sebelumnya sempat diragukan usai bermain di final Piala Liga.
“Aku merasa baik-baik saja,” ujar Calafiori.
Laga ini bukan sekadar pertandingan biasa bagi Italia. Ini adalah kesempatan untuk menebus masa lalu sekaligus menghindari sejarah buruk terulang kembali. (*)