KALTIMPOST.ID - Nama Piero Hincapie menjadi bagian penting dalam skuad Bayer Leverkusen asuhan Xabi Alonso yang mencatat sejarah pada musim 2023–2024.
Saat itu, Leverkusen meraih treble winners, termasuk gelar Bundesliga tanpa terkalahkan—sebuah pencapaian luar biasa dalam sepak bola Jerman.
Meski telah lebih dulu bersinar di Jerman, nama Hincapie semakin dikenal luas setelah bergabung dengan Arsenal dengan status pinjaman musim ini. Ia bahkan mulai menjadi pilihan reguler dalam skema pelatih Mikel Arteta.
Namun, di balik karier yang terus menanjak, Hincapie menyimpan cerita sederhana tentang masa awalnya sebagai pesepak bola profesional.
Bek berusia 24 tahun itu mengaku tidak menggunakan gaji pertamanya untuk membeli barang mewah. Tidak ada mobil, rumah, atau liburan seperti yang umum dilakukan pemain muda.
Sebaliknya, ia justru memilih hal yang sangat sederhana.
“Aku pergi ke toko hanya untuk membeli permen,” ujar Hincapie dalam wawancara dengan Trip Deportivo.
Karier profesional pertamanya dimulai bersama Independiente del Valle pada periode 2019–2020. Klub tersebut dikenal sebagai salah satu kekuatan utama di Liga Pro Serie A.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap sepak bola Eropa, banyak pemain memulai perjalanan mereka dari kesederhanaan. (*)
Editor : Ery Supriyadi