
KALTIMPOST.ID, JAKARTA - Persebaya Surabaya bersiap menghadapi tantangan berat saat melawat ke Jakarta International Stadium (JIS) untuk menantang pemuncak klasemen, Persija Jakarta, pada Sabtu (7/11). Skuad Green Force bertekad bangkit setelah hasil kurang memuaskan dalam dua pertandingan terakhir.
Persebaya sebelumnya hanya mampu bermain imbang 1-1 saat melawan Persijap Jepara pada 30 Oktober. Tren negatif berlanjut ketika mereka kalah 3-2 dari tim kasta kedua, Kendal Tornado FC, dalam ajang Piala Liga pada 3 November.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menyoroti hilangnya konsentrasi di lini pertahanan sebagai masalah utama. Gawang Persebaya sudah kemasukan empat gol dalam dua laga tersebut.
"Untuk memiliki keseimbangan bertahan yang bagus, kami membutuhkan fokus. Saat pemain lawan mencetak gol melalui umpan ke tiang jauh, pemain kami hanya fokus pada bola tanpa melakukan defensive scan," ujar pelatih berusia 46 tahun tersebut.
Tavares menegaskan bahwa performa buruk tersebut adalah tanggung jawab penuh dirinya sebagai pelatih. Ia tidak ingin menyalahkan pemain atas kesalahan yang terjadi di lapangan.
Kiper Ernando Ari menambahkan bahwa timnya telah melakukan evaluasi intensif. "Kami menjadikan hasil buruk itu sebagai pembelajaran agar pada laga berikutnya kami bisa improve. Kami akan memperbaiki kesalahan demi menjadi tim yang lebih baik lagi," kata Ernando.
Sementara itu, Manajer Persija, Marsda TNI (Purn.) Ardhi Tjahjoko, memastikan JIS siap digunakan untuk laga tersebut. Ia optimistis kualitas rumput stadion sudah meningkat setelah perawatan intensif selama dua pekan.
"Semoga kualitas lapangan JIS semakin membaik. Bagi Persija, di mana pun pertandingan digelar, kami selalu siap dan menjadikan stadion ini sebagai rumah," ujar Ardhi. (*)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





