Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

PSM Makassar Kena Sanksi Beruntun dari Komdis PSSI dan FIFA

Thomas Dwi Priyandoko • Kamis, 12 Maret 2026 | 08:13 WIB


PSM Makassar
PSM Makassar

KALTIMPOST.ID-Nasib PSM Makassar sedang tidak baik-baik saja. Setelah hasil pertandingan yang kurang memuaskan, klub berjuluk Juku Eja itu kini harus menghadapi rentetan sanksi yang datang hampir bersamaan.

Terbaru, Komite Disiplin PSSI menjatuhkan denda total Rp150 juta kepada PSM Makassar. Hukuman tersebut merupakan dampak dari ulah suporter saat laga melawan Persita Tangerang di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, Senin (2/3/2026) malam. Dalam pertandingan itu, PSM kalah dengan skor 2-4.

Sanksi tersebut tertuang dalam sejumlah keputusan Komdis PSSI yang berkaitan dengan tanggung jawab klub terhadap perilaku penonton. PSM dinilai melanggar Pasal 70 Ayat 1 dan Ayat 2 Kode Disiplin PSSI Tahun 2025.

Pelanggaran pertama terjadi ketika suporter turun ke lapangan. Atas insiden itu, PSM dijatuhi denda Rp60 juta.

Pelanggaran kedua berkaitan dengan penggunaan flare oleh suporter. Dua flare dinyalakan di dalam stadion, bahkan disertai aksi pembakaran spanduk di lapangan. Untuk kejadian ini, Komdis kembali menjatuhkan denda Rp60 juta.

Sanksi ketiga muncul akibat aksi pelemparan botol air minum kemasan di area belakang bangku cadangan tim. Insiden tersebut membuat PSM kembali dikenai denda Rp30 juta.

Jika ditotal, Juku Eja harus membayar denda Rp150 juta atas tiga pelanggaran tersebut.

Masalah PSM tidak berhenti di situ. Sebelumnya, klub kebanggaan Sulawesi Selatan itu juga terkena sanksi dari badan sepak bola dunia, FIFA.

Sanksi yang dijatuhkan berupa larangan melakukan aktivitas transfer pemain selama tiga periode bursa transfer. Artinya, PSM tidak bisa mendaftarkan pemain baru hingga awal musim 2026/2027.

FIFA tidak menjelaskan secara rinci alasan hukuman tersebut. Namun dalam beberapa kasus sebelumnya, sanksi serupa biasanya berkaitan dengan persoalan finansial, seperti keterlambatan pembayaran gaji pemain atau pelatih.

Situasi ini semakin memperumit kondisi PSM yang juga sedang terseok-seok di kompetisi Liga 1 Indonesia musim 2025/2026.

Dalam 13 pertandingan terakhir, PSM hanya mampu meraih satu kemenangan. Sisanya berakhir dengan tiga hasil imbang dan sembilan kekalahan.

Dari total 25 pertandingan yang sudah dijalani musim ini, PSM baru mencatat lima kemenangan, sembilan kali imbang, dan sebelas kali kalah. Raihan itu membuat mereka kini berada di posisi ke-13 klasemen dengan koleksi 24 poin.

Jika tren buruk ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin posisi PSM semakin terancam oleh tim-tim di bawahnya yang memiliki selisih poin cukup tipis.

Editor : Thomas Priyandoko
#Super League #psm makassar