Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Purwadi: Air Bersih Harus Dorong Multiplier Effect Ekonomi Bontang

A
Penulis: Adhiel kundhara❯
Purwadi
Purwadi

KALTIMPOST.ID, BONTANG- Rencana kenaikan tarif distribusi air bersih milik Perumda Tirta Taman Bontang bakal diputuskan dalam waktu dekat. Faktor kebijakan ini turun salah satunya agar Perumda Tirta Taman bisa menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) melalui keuntungan yang diperoleh.


Advertisement

Namun, akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman (Unmul) Purwadi Purwoharsojo mengingatkan agar perumda tidak terjebak pada paradigma mengejar keuntungan finansial semata. Menurutnya, keberadaan PDAM seharusnya dilihat sebagai penggerak ekonomi daerah, bukan sekadar penyumbang laba ke kas daerah.

Ia menilai, ukuran keberhasilan PDAM tidak bisa hanya diukur dari besaran profit keuangan. “Jangan melihat profit PDAM itu hanya dalam bentuk angka miliaran rupiah. Sudut pandangnya harus diubah. Profit PDAM itu bisa berupa dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat,” kata Purwadi.

Ia menjelaskan kualitas layanan air bersih yang baik dan harga yang terjangkau akan menciptakan multiplier effect bagi perekonomian daerah. Sektor perhotelan, laundry, UMKM kuliner, hingga jasa lainnya sangat bergantung pada ketersediaan air bersih yang layak.

Advertisement

“Hotel akan nyaman, tamu betah menginap. Laundry bisa bersih dan lancar. UMKM makanan kualitasnya meningkat. Dari situ muncul aktivitas ekonomi, lalu mereka bayar pajak. Itu PAD yang sesungguhnya,” ucapnya.

Menurut Purwadi, pendekatan inilah yang sering luput dari perhitungan manajemen PDAM dan pemerintah daerah. Ia menilai, jika layanan air bersih bermasalah—baik dari sisi kualitas maupun kontinuitas—dampaknya justru merugikan ekonomi secara luas.

“Kalau air hotel mati, orang kapok menginap. Laundry airnya kotor, usahanya tidak laku. Kalau masyarakat tidak punya pendapatan, mereka tidak belanja dan tidak bayar pajak. Rantai ekonominya putus,” tutur dia.

Advertisement

Terkait dalih PDAM yang membutuhkan kenaikan tarif untuk memperbaiki layanan, Purwadi menegaskan bahwa APBD seharusnya hadir lebih dulu melalui penyertaan modal. Sebagai Perumda, PDAM memiliki legitimasi untuk mendapatkan dukungan fiskal dari pemerintah daerah.

“Analogi ‘harus keluar biaya dulu untuk cantik’ itu keliru. PDAM itu dibiayai APBD. Gajinya dari APBD, modalnya dari APBD. Jadi perbaiki diri dulu dengan dukungan APBD, bukan membebani masyarakat,” pungkasnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Distribusi Air Bontang Bergiliran Mulai 17 Agustus, IPA Brigjen Katamso Dibagi Dua Zona

Distribusi Air Bontang Bergiliran Mulai 17 Agustus, IPA Brigjen Katamso Dibagi Dua Zona

Distribusi air Bontang mulai bergilir sejak 17 Agustus 2026. IPA Brigjen Katamso dibagi dua zona akibat pasokan air baku turun 50 persen.

Kemarau Panjang Tekan Debit Air Bontang, Warga Diminta Mulai Berhemat

Kemarau Panjang Tekan Debit Air Bontang, Warga Diminta Mulai Berhemat

Persediaan air bersih di Bontang mulai hadapi tekanan akibat kemarau panjang. Debit sumber air baku turun. Pasokan dari barat turun 50 perse

Proyek Drainase Jalan Zamrut Bontang Sebabkan Pipa PDAM dan Jargas Bocor, Pasokan Langsung Dipulihkan

Proyek Drainase Jalan Zamrut Bontang Sebabkan Pipa PDAM dan Jargas Bocor, Pasokan Langsung Dipulihkan

Penggalian drainase di Jalan Zamrut Bontang menyebabkan pipa PDAM dan jargas bocor, petugas langsung turun.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer