Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penurapan di Bontang Kuala Sepanjang 130 Meter Segera Dilelang

A
Penulis: Adhiel kundhara❯

PERLU PENANGANAN:Bibir sungai di Bontang Kuala membutuhkan penurapan dan akan dilakukan tahun ini secara bertahap. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP
PERLU PENANGANAN:Bibir sungai di Bontang Kuala membutuhkan penurapan dan akan dilakukan tahun ini secara bertahap. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP


Advertisement

BONTANG- Pemkot Bontang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) mulai memproses pembangunan turap di kawasan Bontang Kuala. Proyek ini menjadi bagian dari penguatan tanggul yang mengarah ke laut guna mengantisipasi luapan air sungai.

Kabid Sanitasi, Air Minum, dan Sumber Daya Air PUPRK Bontang Edi Suprapto menjelaskan, panjang turap yang akan dibangun sekitar 130 meter dengan lebar 4,7 meter dan tinggi mencapai 6 meter. Pengerjaan dilakukan satu sisi terlebih dahulu.

“Ini merupakan proyek lanjutan terkait dengan penurapan DAS Bontang,” kata Edi.

Advertisement

Saat ini proyek tersebut masih dalam tahap proses pengadaan dan menggunakan skema e-katalog. Pembangunan dilakukan bertahap menyesuaikan kondisi keuangan daerah.

Pemkot Bontang pun menganggarkan Rp4,7 miliar. Berdasarkan sistem informasi rencana umum pengadaan (SIRUP) pengerjaan akan dilakukan Maret hingga Agustus.

Menurut Edi, total kebutuhan turap di kawasan Bontang Kuala masih cukup panjang. Artinya, pembangunan 130 meter ini belum mencapai 50 persen dari keseluruhan kebutuhan pengamanan tanggul di wilayah tersebut.

Advertisement

“Masih panjang. Belum sampai 50 persen. Bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah,” ucapnya.

Dinas PUPRK memastikan penanganan turap akan terus dilanjutkan setiap tahun anggaran, terutama di titik-titik rawan yang berpotensi terdampak gelombang laut maupun debit air tinggi.

Pembangunan turap ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam penguatan struktur tebing dan mencegah potensi kerusakan infrastruktur di kawasan pesisir Bontang.

Diketahui, kawasan Bontang Kuala merupakan daerah yang kerap terdampak banjir rob. Ketika air laut pasang maka sungai tidak bisa membendung debit air. Jika tidak diturap luapan akan menggenangi badan Jalan Piere Tandean. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bontang Siapkan Dua Infrastruktur Pengendali Banjir, Polder Satimpo dan Tanggul Sungai Jadi Andalan

Bontang Siapkan Dua Infrastruktur Pengendali Banjir, Polder Satimpo dan Tanggul Sungai Jadi Andalan

Ancaman banjir di Bontang tak cukup dihadapi dengan penanganan sesaat. Butuh infrastruktur yang mampu kendalikan aliran air ke permukiman

Drainase HM Ardans Bontang Capai 45 Persen, Trotoar Tanpa Aksesori

Drainase HM Ardans Bontang Capai 45 Persen, Trotoar Tanpa Aksesori

Proyek drainase di Jalan HM Ardans, Bontang, mulai menunjukkan progres signifikan. Hingga Kamis (20/8), pengerjaan telah mencapai 45 persen

Jogging Track Polder Tanjung Laut Tertunda, Penyelesaian Proyek Diperkirakan Butuh Anggaran Lebih dari Rp10 Miliar

Jogging Track Polder Tanjung Laut Tertunda, Penyelesaian Proyek Diperkirakan Butuh Anggaran Lebih dari Rp10 Miliar

Ambisi hadirkan kawasan Polder Tanjung Laut sebagai ruang publik sekaligus infrastruktur pengendali banjir belum bisa terwujud tahun ini

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer