Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sempat Tembus Rp220 Ribu, Harga Cabai Rawit di Bontang Belum Stabil

A
Penulis: Adhiel kundhara❯

NAIK DRASTIS: Harga cabai rawit di Kota Bontang saat ini mencapai Rp150 ribu per kilogram. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP
NAIK DRASTIS: Harga cabai rawit di Kota Bontang saat ini mencapai Rp150 ribu per kilogram. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP
BONTANG- Sejumlah komoditas pangan di Kota Bontang hingga Senin (23/3/2026) harganya belum stabil. Lonjakan harga fantastis terjadi pada cabai rawit. Bahkan di H-1 jelang Idulfitri lalu pedagang menjual dengan harga Rp220 ribu untuk satu kilogramnya.


Advertisement

Salah satu pembeli Laila mengaku heran. Ia pun belum sempat untuk melakukan penyetokan karena sebelumnya masih sibuk dengan pekerjaan lain. “Begitu sampai pasar harganya tembus Rp220 ribu. Pedas sekali harganya,” kata Laila.

Namun karena komoditas itu digunakan untuk hidangan lebaran maka tidak mau harus membelinya. Keluhan juga dirasakan oleh Yuliana warga Tanjung Laut tersebut masih mendapatkan harga cabai rawit Rp200 ribu untuk satu kilogramnya.

“Itu saya beli pada Minggu (22/3/2026) kemarin. Karena masih lebaran jadi pasar juga masih sepi, pasokan terbatas,” ucapnya.

Advertisement

Ia mengaku barang yang didapatkan ialah pasokan lama. Mengingat bentuk cabai sudah tidak segar lagi. Sementara Agus pedagang makanan lalapan di Jalan Ahmad Yani mengaku mendapatkan harga cabai rawit pada Senin (23/3/2026) yakni Rp150 ribu per kilogramnya.

“Ini sudah turun harganya. Tetapi masih belum normal,” tutur dia.

Agus berharap harga cabai rawit kembali stabil dalam waktu dekat. Ia memprediksi lonjakan harga disebabkan karena distribusi yang tersendat karena libur lebaran. Apalagi pasokan dari Sulawesi juga terhenti akibat keputusan regulasi pelayaran kapal.

Advertisement

“Kapal sebelumnya juga tidak bisa membawa cabai dari Sulawesi. Biasanya beberapa hari ke depan sudah turun seiring lancarnya distribusi,” terangnya.

Terkait lonjakan harga ini, ia juga tidak bisa mengganti cabai rawit dengan jenis lainnya. Mengingat sambal yang digunakan ialah tidak dimasak. “Tidak bisa kalau pakai cabai keriting atau besar,” sebutnya.

Sementara Pemkot Bontang sebelumnya telah melakukan monitoring harga sebelum Idulfitri. Kala itu harga cabai rawit masih di angka Rp100 ribu per kilogramnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

LAPSUS: Anggaran Porprov Kaltim 2026 Belum Cair, Ketua KONI Bontang Rogoh Kocek Pribadi

LAPSUS: Anggaran Porprov Kaltim 2026 Belum Cair, Ketua KONI Bontang Rogoh Kocek Pribadi

KONI Bontang siapkan 876 atlet untuk Porprov Kaltim 2026. Terkendala anggaran, ketua KONI talangi DP penginapan dengan uang pribadi.

Target Pajak Hiburan Bontang Tahun Depan Justru Naik, Padahal Realisasi 2026 Baru 60,70 Persen

Target Pajak Hiburan Bontang Tahun Depan Justru Naik, Padahal Realisasi 2026 Baru 60,70 Persen

Pajak hiburan Bontang baru terealisasi Rp 2,13 miliar atau 60,70 persen. Minimnya usaha hiburan baru menjadi kendala Bapenda.

Bontang Kantongi Rp13 Miliar dari Kemenkes, Nasib Gedung C RSUD Taman Husada Menunggu   

Bontang Kantongi Rp13 Miliar dari Kemenkes, Nasib Gedung C RSUD Taman Husada Menunggu  

Pemkot Bontang mendapat tambahan dukungan anggaran Rp13 miliar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer