Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Soal Mobil Dinas ke Tempat Wisata, DPRD Bontang Minta Sanksi Tegas dan Transparan

A
Penulis: Adhiel kundhara❯
Muhammad Sahib
Muhammad Sahib

Advertisement

 

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Kejadian penggunaan kendaraan dinas milik Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang saat libur lebaran di destinasi wisata Labuan Cermin, Kabupaten Berau, menuai polemik. Bahkan saat ini Inspektorat Bontang telah melakukan pemeriksaan kepada pihak terkait.

Menanggapi itu, Anggota DPRD Bontang Muhammad Sahib menegaskan pentingnya transparansi dan ketegasan dalam penanganan dugaan penyalahgunaan kendaraan dinas di lingkungan pemerintah daerah. Ia menilai, hasil pemeriksaan oleh inspektorat tidak boleh berhenti sebatas formalitas tanpa kejelasan tindak lanjut kepada publik.

Advertisement

Menurut Politikus NasDem ini setiap proses pemeriksaan harus disertai dengan kesimpulan yang jelas, apakah terjadi pelanggaran atau tidak. Jika ditemukan kesalahan, maka harus diumumkan beserta sanksi yang diberikan. Sebaliknya, jika tidak terbukti bersalah, hal tersebut juga perlu disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.

“Jangan hanya selesai diperiksa, lalu dianggap selesai tugas. Harus ada transparansi. Kalau salah, katakan salah. Kalau benar, katakan benar,” kata Sahib.

Advertisement

Ia menambahkan, keterbukaan informasi merupakan bagian penting dari akuntabilitas publik. Tanpa publikasi hasil pemeriksaan, masyarakat tidak akan mengetahui sejauh mana penegakan aturan dijalankan oleh pemerintah.

Terkait sanksi, Sahib menekankan pemberian hukuman harus mengacu pada regulasi yang berlaku dan disesuaikan dengan tingkat pelanggaran. Ia menyebutkan adanya kategori sanksi ringan, sedang, hingga berat yang harus diterapkan secara proporsional.

“Kalau pelanggarannya berat, ya beri sanksi berat. Jangan justru diringankan. Begitu juga sebaliknya,” ucapnya.

Lebih lanjut, wakil rakyat yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi C DPRD Bontang ini menyoroti potensi berulangnya penyalahgunaan kendaraan dinas apabila pengawasan tidak diperketat. Sahib menegaskan dalam aturan yang berlaku, tidak ada ketentuan yang memperbolehkan kendaraan dinas dipinjamkan secara bebas kepada masyarakat.

“Coba dicari aturannya, tidak ada mobil dinas boleh dipinjamkan seenaknya. Itu jelas menyalahi aturan,” tutur dia.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Tim Penilai Sebut Geopark Sangkulirang-Mangkalihat Siap Jadi Geopark Nasional

Tim Penilai Sebut Geopark Sangkulirang-Mangkalihat Siap Jadi Geopark Nasional

Tim penilai menyebut Geopark Sangkulirang-Mangkalihat siap jadi Geopark Nasional, meski masih perlu penyempurnaan.

Mobil Dinas Bontang Disorot Parkir di Samarinda, Neni Terbitkan Edaran Teguran

Mobil Dinas Bontang Disorot Parkir di Samarinda, Neni Terbitkan Edaran Teguran

Viral parkir di Samarinda, Wali Kota Neni Moerniaeni terbitkan surat edaran terkait aturan ketat dan larangan ganti pelat mobil dinas.

Kendalikan Anggaran Operasional, Kabag Umum Setda Samarinda Luncurkan SITEPIAN BBM

Kendalikan Anggaran Operasional, Kabag Umum Setda Samarinda Luncurkan SITEPIAN BBM

Setda Kota Samarinda merilis inovasi digital SITEPIAN BBM guna memangkas birokrasi SPJ dan mencegah manipulasi pengisian bahan bakar.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer