Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bukan Dihapus, Proyek RS Tipe D Bontang Rp46 Miliar Ditunda, Pemkot Prioritaskan Program untuk Warga

A
Penulis: Adhiel kundhara❯
BATAL: Pengembangan kawasan RS Tipe D yang terletak di Kelurahan Api-Api tidak jadi tahun ini. ADIEL KUNDHARA/KP
BATAL: Pengembangan kawasan RS Tipe D yang terletak di Kelurahan Api-Api tidak jadi tahun ini. ADIEL KUNDHARA/KP

Advertisement

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Pemkot Bontang memastikan kondisi APBD yang sebelumnya mengalami defisit kini telah kembali seimbang. Penyesuaian dilakukan melalui rasionalisasi sejumlah proyek fisik agar kemampuan keuangan daerah tetap terjaga di tengah tekanan fiskal.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan, pemerintah memilih menunda beberapa proyek yang belum mendesak dibanding memangkas program yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

"Yang kami jaga terlebih dahulu adalah layanan kepada masyarakat. Jangan sampai kesejahteraan guru, kader, penggiat agama, maupun bantuan sosial terganggu hanya karena kita memaksakan proyek fisik," kata Neni.

Salah satu proyek yang ditunda ialah pembangunan Rumah Sakit Tipe D. Menurut Neni, keputusan itu bukan karena pemerintah mengurungkan rencana pembangunan, melainkan seluruh dokumen pendukung belum selesai sehingga pelaksanaan pekerjaan berisiko tidak optimal.

Proses penyempurnaan administrasi masih berlangsung, termasuk revisi analisis dampak lalu lintas (Andalalin) setelah adanya perubahan akses menuju lokasi rumah sakit.

Advertisement

"Kalau dipaksakan sekarang, justru berpotensi menimbulkan persoalan administrasi. Saya ingin seluruh izinnya selesai lebih dulu sehingga ketika dibangun tidak ada lagi kendala di tengah jalan," ucapnya.

Selain RS Tipe D, renovasi GOR Taman Prestasi juga masuk daftar kegiatan yang ditunda. Hasil evaluasi menunjukkan anggaran yang tersedia belum mampu membiayai pekerjaan secara menyeluruh.

"Daripada hanya selesai setengah lalu kembali rusak, lebih baik kita siapkan sampai benar-benar tuntas. Prinsipnya, setiap rupiah yang dibelanjakan harus menghasilkan bangunan yang berkualitas," tutur dia.

Menurut Neni, rasionalisasi anggaran juga menyasar sejumlah proyek fisik lainnya, seperti pembangunan mini soccer dan beberapa kegiatan infrastruktur lain.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan APBD setelah pemerintah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi pendapatan daerah. Meski ada penundaan pembangunan fisik, ia memastikan program yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat tetap berjalan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Basket Bontang Naik Level, Giliran PKT Junior Tembus Final Kejurda KU-17

Basket Bontang Naik Level, Giliran PKT Junior Tembus Final Kejurda KU-17

PKT Junior Bontang melaju ke final Kejurda Basket Kaltim KU17 2026 setelah comeback dramatis mengalahkan Bluefin Samarinda dengan skor 56-55

3 Orang Masih Buron, Bandar Narkoba Pembunuh 3 Polisi Katingan Diringkus di Poros Samarinda-Bontang

3 Orang Masih Buron, Bandar Narkoba Pembunuh 3 Polisi Katingan Diringkus di Poros Samarinda-Bontang

Tiga tersangka utama penyerangan yang menewaskan 3 polisi di Katingan ditangkap di Kutai Kartanegara. Bareskrim Polri masih buru 3 DPO lainn

Gelontorkan Uang Rp24 Miliar, Tas hingga Buku Gratis Siswa Bontang Mulai Berdatangan

Gelontorkan Uang Rp24 Miliar, Tas hingga Buku Gratis Siswa Bontang Mulai Berdatangan

Tas dan sepatu program perlengkapan sekolah gratis Pemkot Bontang mulai dikirim. Buku tulis dijadwalkan tiba 24 Juli.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer