Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Antrean Pertalite di Bontang Masih Mengular, Stok di Pengecer Terbatas

A
Penulis: Adhiel kundhara❯
BERHARAP: Kendaraan roda empat di Bontang rela untuk mengantre di SPBU Ketika terdapat pasokan. ADIEL KUNDHARA/KP
BERHARAP: Kendaraan roda empat di Bontang rela untuk mengantre di SPBU Ketika terdapat pasokan. ADIEL KUNDHARA/KP

Advertisement

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Bontang masih menjadi persoalan, terutama untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite. 

Kondisi tersebut diperkirakan kembali meningkat saat akhir pekan ketika kebutuhan masyarakat terhadap BBM cenderung lebih tinggi.

Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Kota Bontang, Moch Arif Rochman, mengatakan Pemkot Bontang telah meminta adanya penambahan kuota BBM. Namun, tambahan pasokan belum sepenuhnya menghilangkan antrean di lapangan.

Advertisement

“Kalau masalah antrean itu pengaturan. Dari awal kita sudah meminta kuota tambahan. Namun di lapangan, berapa pun kuotanya, tetap saja orang antre,” ujar Arif.

Menurutnya, persoalan antrean BBM perlu dilihat tidak hanya dari sisi ketersediaan pasokan, tetapi juga pola distribusi dan pembelian masyarakat. Pemkot sebelumnya juga telah membahas mekanisme antrean untuk BBM jenis solar agar pelayanan di SPBU lebih tertib.

Advertisement

Dalam pembahasan tersebut, salah satu skema yang diterapkan adalah sistem antrean dengan mekanisme satu kali pembukaan antrean untuk kebutuhan hingga dua hari. Arif menyebut sejauh ini belum ada laporan mengenai kendala berarti dari penerapan sistem tersebut.

“Untuk yang sudah kita rapatkan beberapa bulan kemarin terkait solar, kita bijaki dengan sistem antrean. Satu kali buka antrean untuk dua hari. Sepertinya belum ada laporan terkait kendalanya, masih lancar,” ucapnya.

Sementara itu, persoalan Pertalite dinilai memiliki karakter berbeda. Selain antrean panjang di SPBU, masyarakat juga mulai kesulitan menemukan Pertalite di tingkat pengecer. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena selama ini pengecer menjadi salah satu alternatif masyarakat ketika tidak ingin mengantre di SPBU.

Arif mengakui terdapat anomali dalam kondisi tersebut. Sebab, ketika harga BBM di SPBU dan pengecer memiliki perbedaan yang cukup signifikan, biasanya distribusi dan pola pembelian masyarakat akan terlihat lebih jelas.

“Yang jelas sejak terjadinya perbedaan harga yang sangat signifikan, memang kecenderungannya setiap hari ada antrean,” tutur dia.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kapal Roro Bontang Terancam Disita, Agus Haris Desak PT Bontang Transport Lunasi Tunggakan

Kapal Roro Bontang Terancam Disita, Agus Haris Desak PT Bontang Transport Lunasi Tunggakan

KMP Bontang Express II terancam disita akibat polemik kewajiban dengan PT Glora Kaltim. Tunggakan disebut lebih dari Rp50 miliar.

Lahan Tidur di Bontang Dipantau, Agus Haris Minta Titik Rawan Kebakaran Jadi Perhatian

Lahan Tidur di Bontang Dipantau, Agus Haris Minta Titik Rawan Kebakaran Jadi Perhatian

Pemkot Bontang memantau lahan tidur yang rawan kebakaran. Kawasan Bontang Lestari menjadi perhatian karena banyak lahan berpotensi terbakar.

Pipa Gas Bocor Terdampak Proyek Drainase, Jargas Sejumlah Wilayah Api-Api Bontang Ditutup

Pipa Gas Bocor Terdampak Proyek Drainase, Jargas Sejumlah Wilayah Api-Api Bontang Ditutup

Perbaikan pipa gas di Jalan Pattimura berdampak pada sejumlah pelanggan jargas di Kelurahan Api-Api, Bontang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer