
KALTIMPOST.ID, BONTANG – Pemkot Bontang terus menggenjot penurunan angka stunting. Dari sekitar 19 persen saat Neni Moerniaeni mulai menjabat sebagai wali kota, prevalensi stunting kini disebut turun menjadi 14,03 persen.
Capaian tersebut belum membuat pemerintah berpuas diri. Target berikutnya dipatok lebih agresif, yakni menurunkan angka stunting hingga satu digit atau di bawah 10 persen.
Target itu disampaikan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni dalam Rapat Paripurna Ke-3 Masa Persidangan I DPRD Bontang, Senin (7/9/2026). Agenda tersebut membahas penyampaian nota keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Kota Bontang Tahun Anggaran 2026.
Neni menegaskan, penurunan angka stunting harus terus dilanjutkan hingga mencapai target yang ditetapkan pemerintah.
“Target kita tahun akhir tahun ini stunting di satu digit,” kata Neni.
Ia menyebut prevalensi stunting Bontang saat ini berada di angka 14,03 persen. Angka itu menurun dibandingkan sekitar 19 persen pada awal masa kepemimpinannya.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator yang terus didorong melalui penguatan program kesehatan serta intervensi terhadap kelompok yang berisiko mengalami stunting.
Penanganan stunting juga menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian dalam pemanfaatan dana apresiasi dari pemerintah pusat. Bontang sebelumnya meraih predikat Terbaik I kategori Penurunan Tingkat Pengangguran pada Mei 2026.
Atas capaian tersebut, Pemkot Bontang memperoleh dana apresiasi sebesar Rp3 miliar. Dana tersebut telah diadministrasikan dalam struktur Perubahan APBD 2026.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




